Lewati ke konten utama
Jumat, 28 Agustus 2026 / 15 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Kemenag Tegaskan Prof Nasaruddin Umar Tidak Mundur Demi Ketum PBNU, Isu yang Beredar Dipastikan Hoaks

2 menit baca 11.361 dibaca
Prof KH Nasaruddin Umar Menag
Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar berjabat tangan dengan KH Ma'ruf Amin pada acara peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam lalu. Foto: Istimewa
Bagikan:

JAKARTA, MUI Digital— Kementerian Agama (Kemenag) RI membantah keras isu liar yang mengklaim Menteri Agama Nasaruddin Umar,  mengundurkan diri dari jabatannya demi maju sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Kemenag memastikan seluruh informasi yang beredar terkait pengunduran diri tersebut adalah informasi bohong atau hoaks yang tidak berdasar.

Kepala Biro Humas dan Komunukasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa Nasaruddin Umar saat ini tetap fokus menjalankan amanah negara dan memimpin Kementerian Agama sebagaimana mestinya. 

Tidak ada proses penyerahan surat pengunduran diri maupun pembicaraan terkait hal tersebut ke pihak Istana Negara.

​“Itu hoaks. Tidak benar Prof Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama,” tegas Thobib Al Asyhar dalam keterangan yang diterima MUI Digital di Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Spekulasi mengenai mundurnya Menag meluas setelah sebuah media online memuat narasi yang menyebutkan bahwa Nasaruddin Umar memutuskan melangkah mundur dari Kabinet untuk berkonsentrasi pada bursa kepemimpinan di PBNU.

Pemberitaan tersebut mengklaim mendapati kabar dari "sumber internal pemerintahan" yang anonim, serta mengembuskan narasi bahwa pihak Istana telah menerima sekaligus merestui surat pengunduran diri tersebut.

Menanggapi hal itu, Majelis Ahli Komisi Infokomdigi MUI ini meluruskan bahwa kabar tersebut semata-mata diikat oleh spekulasi tanpa konfirmasi.

Kemenag menyesalkan adanya penyebaran informasi yang bersumber dari pihak yang tidak jelas keberadaannya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

​“Pak Menag tidak pernah menyampaikan hal tersebut. Sumber informasi yang dikutip tidak jelas. Jadi kabar itu hoaks,” kata Thobib. (Sadam/Azhar)