Lewati ke konten utama
Senin, 14 September 2026 / 2 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
1000573136
Berita

MUI Dorong Mualaf Berdaya secara Ekonomi lewat Bootcamp Muharrik 2026

MUI Dorong Mualaf Berdaya secara Ekonomi lewat Bootcamp Muharrik 2026

/ 2 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca 100 dibaca

JAKARTA, MUI.OR.ID-Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Arif Fahruddin, menilai Bootcamp Muharrik Mualaf 2026 memiliki posisi strategis karena memadukan penguatan keagamaan dengan pemberdayaan ekonomi. Menurutnya, dua aspek tersebut penting untuk membangun kemandirian mualaf sekaligus memperkuat umat.

“Pertama, kita menguatkan umat kita, umat Islam yang masih dalam kategori mualaf,” ujarnya kepada MUI Digital, Senin (14/9/2026).

Kiai Arif menjelaskan, penguatan mualaf tidak cukup hanya dilakukan dari sisi spiritual. Kemampuan ekonomi juga diperlukan agar mualaf dapat tumbuh menjadi bagian dari umat yang kuat dan pada akhirnya turut memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Kalau mualaf ini imannya kuat, ekonominya juga kuat, maka ini juga selain bagus untuk umat Islam, juga otomatis kalau umat Islam yang bagus juga akan membuat negara Indonesia juga bagus dan kuat,” katanya.

Menurut Kiai Arif, penguatan spiritual dan ekonomi tersebut kemudian diwujudkan melalui Bootcamp Muharrik Mualaf 2026 yang digagas Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Mualaf (LP2M) MUI Pusat. Program ini mengusung tema “Dari Mualaf Menjadi Muharrik, Berdaya untuk Kemaslahatan.”

“Oleh karena itu, ini adalah sebuah program yang mengombinasi antara penguatan kerohanian dari para mualaf sekaligus sesuai tema yang diangkat adalah menguatkan atau memberdayakan mualaf dari aspek ekonominya,” tuturnya.

Kegiatan perdana tersebut akan digelar pada 18–20 September 2026 di Villa Bukit Pinus, Kampung Legok Nyenang, Caringin, Bogor, Jawa Barat. Sebanyak 40 peserta terpilih dari berbagai daerah di Indonesia akan mengikuti kegiatan yang memadukan pembinaan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi tersebut.

Melalui pendekatan tersebut, Bootcamp Muharrik Mualaf tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pemahaman keislaman peserta. LP2M MUI Pusat juga mendorong para mualaf agar mampu menjadi muharrik, atau penggerak, yang menghadirkan manfaat bagi sesama dan masyarakat.

Kiai Arif pun menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap pelaksanaan Bootcamp Muharrik Mualaf 2026. Ia berharap kegiatan perdana tersebut tidak berhenti sebagai program satu kali, tetapi dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Maka dari itu kami sebagai pimpinan di Majelis Ulama Indonesia sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Bootcamp Mualaf Muharrik tahun 2026 ini dan semoga tidak hanya berhenti di sini, tapi setiap tahun dan setiap waktu akan terus berlanjut dan berkesinambungan,” pungkasnya.

slot gacorhttps://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: