Lewati ke konten utama
Kamis, 6 Agustus 2026 / 22 Shafar 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Kiai Ma'ruf di Mata Gus Yahya: Sosok yang Menghayati Betul Perjuangan NU

2 menit baca 197 dibaca
KH Maruf Amin
Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berbincang di sela-sela
peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin" di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam. Foto: istimewa
Bagikan:

Jakarta, MUI Digital— Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memberikan apresiasi tinggi atas peluncuran buku "Fikroh, Manhaj, dan Harakah Nahdhiyyah dalam Perspektif KH Ma'ruf Amin". 

Menurutnya, Kiai Ma'ruf Amin bukan sekadar tokoh yang menyaksikan dan menjadi pelaku sejarah, melainkan sosok yang mendalami serta menghayati betul akar perjuangan Nahdlatul Ulama.

Apresiasi tersebut disampaikan Gus Yahya seusai menghadiri acara peluncuran buku karya Hj Siti Haniatunnisa dan H Muhammad Zainal Arifin di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (5/8/2026) malam.

Baca juga: Penulis Buku Ungkap Gelisahnya Kiai Ma'ruf Soal Masa Depan Nahdlatul Ulama

"Beliau bukan hanya menekuni wawasan keagamaan yang melandasi peradaban NU, melainkan beliau juga pelaku yang bergulat bersama NU untuk mengamalkan ilmu-ilmu NU, melindungi, dan menghayati betul apa hakikat perjuangan ini," ujar Gus Yahya kepada MUI Digital. 

Gus Yahya secara khusus menyebut penerbitan karya setebal lebih dari 600 halaman tersebut sebagai bentuk kontribusi luar biasa bagi jam'iyyah. 

Baca juga: Dengan Nada Berkelakar, Kiai Ma'ruf: Ber-NU Harus ‘Ala Bashirah Bukan Bisyarah

Gus Yahya menilai rekam jejak Kiai Ma'ruf yang membentang lebih dari lima dekade di lingkungan NU menjadikannya rujukan penting bagi generasi penerus.

"Insya Allah ini adalah sumbangan raksasa dari Kiai Ma'ruf. Saya kira buku ini sangat penting dipelajari oleh siapa saja yang ingin berkiprah di dalam Jam'iyyah Nahdlatul Ulama," tegas Ketum PBNU tersebut.

Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menyampaikan doa mendalam untuk keberkahan usia dan pengabdian Wakil Presiden ke-13 RI yang kini berusia 83 tahun tersebut.


"Semoga beliau dikaruniai usia yang dipanjangkan oleh Allah, dan terus mendapatkan kesempatan untuk berkhidmat pada Jam'iyyah Nahdlatul Ulama ini demi kemaslahatan bersama," tuturnya.

Acara peluncuran buku yang merangkum tiga pilar utama Jam'iyyah, fikrah (cara berpikir), manhaj (metode), dan harakah (gerakan) ini berlangsung semarak menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026 mendatang.

Selain Gus Yahya, peluncuran buku ini turut dihadiri Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Sekjen Kemenag RI Prof Kamaruddin Amin, Wakil Ketua Baznas RI KH Zainut Tauhid Sa'adi, Ketua DPW PKB Jawa Tengah Gus Yusuf, Wakil Ketua Umum MUI KH Marsudi Syuhud, Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh, Ketua Kopnus Syariah Abdul Kholid Soleh, Wasekjend MUI Bidang Dakwah KH Arif Fahruddin, serta Wasekjend MUI Bidang Infokomdigi Dr Asrori S Karni.