Lewati ke konten utama
Kamis, 10 September 2026 / 28 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Abdul El-Sayed
Kandidat Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat di negara bagian Michigan, Abdul El-Sayed. Foto: Istimewa
Berita

Calon Senat AS Abdul El-Sayed: Menjadi Muslim dan Warga Amerika Tidak Saling Bertentangan

Calon Senat AS Abdul El-Sayed: Menjadi Muslim dan Warga Amerika Tidak Saling Bertentangan

/ 28 Rabiul Awal 1448 H 3 menit baca 46 dibaca

Jakarta, MUI Digital — Kandidat Senat Amerika Serikat dari Partai Demokrat di negara bagian Michigan, Abdul El-Sayed, menegaskan bahwa identitas sebagai Muslim dan warga negara Amerika bukanlah dua hal yang saling bertentangan. 

Menurutnya, nilai-nilai Islam justru dapat menjadikan seseorang sebagai warga Amerika yang lebih baik, dan sebaliknya.

“Kita berada pada suatu masa ketika orang-orang menunjuk kepada kita, Muslim Amerika, dan ingin mengatakan bahwa kita tidak termasuk di dalamnya. Mereka ingin mengatakan bahwa negara ini bukan milik kita. Mereka ingin mengatakan bahwa karena nama kita dan cara kita beribadah, entah bagaimana kita lebih rendah,” kata El-Sayed dalam Annual Islamic Society Conference di Detroit, Sabtu (5/9/2026).

Dalam kesempatan itu, kandidat berusia 41 tahun dan advokat kesehatan masyarakat tersebut menyoroti pengalaman Muslim Amerika yang masih menghadapi Islamofobia termasuk yang ia alami sendiri selama masa kampanyenya.

“Namun, ketika saya melihat ke hadapan saya, saya melihat orang-orang yang setiap hari berkontribusi bagi Amerika yang besar itu,” kata dia, dikutip MUI Digital dari Aljazeera, Kamis (10/9/2026). 

El-Sayed mengatakan, menjadi seorang Muslim dan warga Amerika tidak seharusnya dipertentangkan. Menurutnya, kedua identitas tersebut dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.

“Dalam kondisi terbaiknya, menjadi Muslim menjadikan kita warga Amerika yang lebih baik, dan menjadi warga Amerika memungkinkan kita menjadi Muslim yang lebih baik,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa kedua nilai tersebut tidak saling meniadakan satu sama lain.

Selain membahas identitas Muslim Amerika, El-Sayed juga mengkritik prioritas pengeluaran pemerintahan Presiden Donald Trump di tengah meningkatnya eskalasi militer di luar negeri. Ia mempertanyakan pembiayaan perang ketika sejumlah persoalan domestik masih belum terselesaikan.

“Bagaimana Anda akan membayar itu [perang di Iran], sementara kita tahu infrastruktur kita runtuh dan tingkat literasi kita terus menurun?” tanyanya kepada para peserta. 

“Sudah saatnya kita fokus menyelesaikan persoalan-persoalan yang perlu dipecahkan oleh masyarakat di negara kita,” tambahnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, El-Sayed melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Michigan. Dia mengatakan, persoalan yang dihadapi masyarakat setempat melampaui perbedaan agama, ras, maupun wilayah geografis. 

Menurutnya, masyarakat memiliki kebutuhan dasar, seperti kemampuan membayar bahan makanan dan bahan bakar bukan, sebagaimana dia sebut, negara menjatuhkan bom atau melakukan apa yang ia sebut sebagai "apartheid dan genosida" terhadap kelompok lain beserta anak-anak mereka, merujuk pada perang Israel di Gaza.

“Masyarakat Michigan tidak peduli bagaimana Anda berdoa. Mereka peduli untuk apa Anda berdoa dan apa yang Anda harapkan,” katanya.

El-Sayed saat ini mencalonkan diri untuk kursi Senat Amerika Serikat dari Michigan dan akan menghadapi kandidat Partai Republik, Mike Rogers yang mendapat dukungan Presiden Donald Trump dalam pemilihan umum pada November mendatang. 

Setelah beberapa pekan saling melempar kritik, kedua kandidat dikabarkan telah sepakat menggelar dua debat yang akan disiarkan televisi: pada 8 Oktober di Wood TV8, Grand Rapids, dan 21 Oktober di WXYZ-TV, Detroit.


BAGIKAN: