Umat Islam Disunnahkan Shalat Khusuf ketika Terjadi Gerhana Bulan, Begini Tuntunan Lengkapnya
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui keterangan resminya menyampaikan bahwa hari ini, Selasa, (3/3/2026) akan terjadi gerhana bulan total, dengan puncak gerhana dimulai petang hari.
Informasi ini sebagaimana dilansir oleh Antara dari laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Fenomena ini dapat diamati dari wilayah Indonesia dengan durasi yang cukup panjang. Berdasarkan data pengamatan gerhana dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Secara ilmiah, gerhana bulan total terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus, sehingga bayangan penuh bumi menutupi permukaan bulan. Tidak ada unsur mistik di dalamnya. Ini murni sunnatullah dalam sistem tata surya yang terukur dan dapat diprediksi dengan presisi tinggi.
Namun, Islam tidak berhenti pada penjelasan ilmiah. Islam mengajarkan bagaimana menyikapi fenomena alam dengan sikap ‘ubudiyah, yaitu sikap kesadaran sebagai hamba. Fenomena gerhana bulan menjadi momentum spiritual.
Rasulullah SAW telah meluruskan cara pandang umat terhadap gerhana. Dalam hadis sahih disebutkan:
إنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَا يَكْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ وَلَكِنَّهُمَا آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ تَعَالَى فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَقُومُوا وَصَلُّوا