Lewati ke konten utama
Minggu, 13 September 2026 / 1 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Logo Tanwir Muhammadiyah
Logo Tanwir dan Milad ke-114 Muhammadiyah. Foto: Istimewa
Berita

Logo Tanwir dan Milad ke-114 Resmi Diluncurkan, Ini Makna di Balik Gambar Utama Daun Kelor

Logo Tanwir dan Milad ke-114 Resmi Diluncurkan, Ini Makna di Balik Gambar Utama Daun Kelor

/ 1 Rabiul Akhir 1448 H 3 menit baca 118 dibaca

Jakarta, MUI Digital – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir secara resmi meluncurkan logo Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-114 yang dijadwalkan berlangsung pada 19–21 November 2026 di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Haedar menjelaskan, penggunaan daun kelor sebagai salah satu simbol dalam logo tersebut memiliki makna yang mendalam. Ungkapan “dunia tak selebar daun kelor” merupakan peribahasa Indonesia yang menggambarkan bahwa dunia ini luas dan tidak sempit.

Menurut Haedar, peribahasa tersebut juga mengandung pesan agar seseorang tidak mudah berputus asa. Dalam menghadapi berbagai keadaan, seseorang tidak boleh cepat menyerah ketika menghadapi masalah ataupun kegagalan.

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi dan menyampaikan tahniah atas peluncuran simbol Tanwir dan Milad Muhammadiyah tersebut.

Menurut Buya Amirsyah, simbol daun kelor memberikan pesan bahwa masih terdapat banyak jalan, peluang, dan kesempatan lain dalam kehidupan. Karena itu, simbol tersebut juga menjadi pengingat pentingnya membangun pergaulan yang luas.

“Namun kita menyaksikan di masyarakat bahwa kesombongan dapat membatasi dan mempersempit pergaulan kita, padahal kita membutuhkan bantuan orang lain,” ujar Buya Amirsyah kepada MUI Digital pada Ahad (13/9/2026).

Lebih lanjut, Buya Amirsyah menilai momentum Tanwir dan Milad Muhammadiyah ke-114 dapat menjadi bagian dari penguatan gerakan ketahanan pangan melalui ekosistem wakaf. Salah satunya dengan mengembangkan tanaman palawija seperti kelor (Moringa oleifera).

Kelor dikenal sebagai miracle tree karena hampir seluruh bagian tanamannya memiliki manfaat. Menurut buya  Amirsyah, kesuburan tanah Indonesia menjadi potensi besar untuk memperluas pemanfaatan kelor sebagai bagian dari penguatan pangan lokal.

Pertama, daun kelor kaya akan vitamin, mineral, protein, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. 

Kedua, pengembangan kelor dapat memperkuat pangan lokal yang dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti sayur bening maupun suplemen alami, yang berpotensi membantu mengatasi persoalan gizi buruk dan stunting.

Ketiga, pengembangan tanaman dan produk kelor juga dapat memperkuat ekosistem halal di Indonesia. Produk lokal berbasis kelor, termasuk yang dikembangkan di Palu dan berbagai daerah lainnya, memiliki potensi untuk dikembangkan secara lebih luas.

Selain itu, Buya Amirsyah juga mendorong agar aset wakaf tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan gedung, tetapi dikembangkan menjadi wakaf produktif yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurutnya, lahan wakaf dapat dikembangkan untuk sektor pertanian dan perkebunan sehingga mampu menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memperkuat industri halal.

“Tanah yang diwakafkan tidak hanya untuk dibangun gedung perkantoran, tetapi juga untuk lahan pertanian dan perkebunan,” jelasnya.

Selain pemanfaatan tanah wakaf, pengembangan wakaf produktif juga dapat dilakukan melalui wakaf uang yang diinvestasikan pada instrumen syariah. Keuntungan dari pengelolaan tersebut selanjutnya disalurkan kepada pihak yang berhak menerima manfaat wakaf (mauquf ‘alaih).

Skema tersebut, kata Buya Amirsyah, dapat dikembangkan di berbagai lokasi tanah wakaf, termasuk di Palu, sehingga aset wakaf dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Tengah, Muh  Amin Parakkasi, menyatakan kesiapan Sulawesi Tengah menjadi tuan rumah Tanwir Muhammadiyah 2026 yang akan digelar di Kota Palu.

Momentum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat gerakan sosial, ketahanan pangan, dan pengembangan ekosistem wakaf produktif di Indonesia.  

slot gacorhttps://kencang77-on.com/https://kencang77.net/
BAGIKAN: