Lewati ke konten utama
Kamis, 10 September 2026 / 28 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Logo MUI
Ilustrasi logo MUI. Foto MUI Digital.
Berita

Bootcamp Mualaf Muharik, LP2M MUI Siapkan Mualaf Jadi Penggerak Kebaikan

Bootcamp Mualaf Muharik, LP2M MUI Siapkan Mualaf Jadi Penggerak Kebaikan

/ 28 Rabiul Awal 1448 H 3 menit baca 43 dibaca

Jakarta, MUI Digital – Menjadi mualaf bukan akhir dari perjalanan belajar Islam. Lebih dari sekadar mendapatkan pembinaan untuk memperkuat keimanan dan pemahaman agama, para mualaf diharapkan mampu menjadi penggerak yang menghadirkan manfaat bagi mualaf lainnya dan masyarakat.

Gagasan tersebut menjadi salah satu fokus Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Mualaf (LP2M) MUI Pusat melalui Bootcamp Mualaf Muharik. 

Program ini dirancang untuk mendorong para mualaf agar tidak hanya menjadi pribadi yang saleh, tetapi juga mampu menjadi muslih yang memberikan pengaruh baik kepada orang lain.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Muhammad Cholil Nafis, mengatakan pembinaan terhadap mualaf perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mereka memiliki pemahaman Islam yang utuh dan dapat ikut menguatkan mualaf lainnya.

“Alquran menyebutkan orang-orang yang dikasihani, disayangi hatinya karena mereka baru masuk Islam. Dalam rangka ini, Majelis Ulama Indonesia melalui Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Mualaf menyelenggarakan Bootcamp Mualaf Muharik,” kata dia, kepada MUI Digital di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurut Kiai Cholil, Mualaf Muharik diarahkan untuk melahirkan penggerak dari kalangan mualaf. Para peserta diharapkan dapat mengajak mualaf lainnya untuk terus belajar dan memperbaiki kualitas keislamannya.

“Jadi, mualaf yang akan menjadi penggerak bagaimana mengajak mualaf lain lebih utuh, lebih sempurna, lebih baik di dalam berislam, terus belajar dan belajar,” katanya.

Kiai Cholil menilai keberhasilan pembinaan mualaf tidak semestinya hanya diukur dari perubahan pribadi setelah seseorang memeluk Islam. Para mualaf juga diharapkan mampu memberikan manfaat dan menularkan kebaikan kepada lingkungan sekitarnya.

“Sehingga dia tidak sekadar menjadi orang saleh setelah dia masuk Islam, melainkan dia juga muslih, memberikan kebaikan, memberikan pengaruh baik kepada yang lain,” tuturnya.

Konsep tersebut menjadi pembeda dalam pembinaan Mualaf Muharik. Para peserta tidak hanya diarahkan untuk memperkuat pemahaman keislaman, tetapi juga dipersiapkan agar memiliki keberanian dan kapasitas untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

MUI berharap dengan bootcamp ini menjadi sebuah sarana untuk memberikan pemahaman yang utuh tentang Islam, memberikan kekuatan untuk menjadi dai, kemudian tak lupa untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik.

Selain pembinaan keagamaan, LP2M MUI Pusat juga memasukkan aspek pemberdayaan ekonomi dalam Bootcamp Mualaf Muharik. 

Kegiatan bertema “Dari Mualaf Menjadi Muharik, Berdaya untuk Kemaslahatan” tersebut akan digelar pada 18–20 September 2026 di Villa Bukit Pinus, Kampung Legok Nyenang, Caringin, Bogor, Jawa Barat.

Melalui kegiatan ini, para mualaf didorong memiliki kemandirian dan kemampuan berwirausaha sehingga dapat mengembangkan potensi ekonomi sekaligus berkontribusi bagi kemaslahatan masyarakat.

Peserta Bootcamp Mualaf Muharik terbuka bagi laki-laki dan perempuan berusia 18–50 tahun yang telah berstatus mualaf minimal dua tahun.

Calon peserta juga diharapkan pernah memiliki usaha serta memiliki kemampuan dan semangat untuk berwirausaha. Peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dan memiliki smartphone.


Melalui Bootcamp Mualaf Muharik, LP2M MUI Pusat berupaya membangun ekosistem pembinaan yang tidak berhenti pada penguatan keagamaan. Para mualaf diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, mampu menggerakkan sesama, dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat.

Kiai Cholil berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas sehingga kebaikan yang diperoleh para peserta dapat diteruskan kepada orang lain.

“Kita berharap acara ini dapat memberikan dampak yang baik dan memberikan kesan yang baik dan menularkan kebaikan kepada yang lain,” kata dia.


BAGIKAN: