Jalur Khusus Lansia dan Jamaah Berkursi Roda Disiagakan di Terminal Ajyad
Sanib
Penulis
Admin
Editor
Laporan MUI Digital, dari Makkah, Arab Saudi
Makkah, MUI Digital — Kepadatan jamaah haji di Terminal Ajyad kembali terjadi usai shalat Isya berjamaah di Masjidil Haram, Kamis (14/5/2026) malam.
Untuk mengurai antrean sekaligus meningkatkan
keamanan, pengelola terminal memberlakukan jalur khusus bagi jamaah lansia dan
pengguna kursi roda.
Pantauan di lokasi menunjukkan
ribuan jamaah haji Indonesia yang tinggal di wilayah Misfalah mulai memadati
terminal sejak pukul 20.50 hingga 21.50 WAS. Mereka antre di tiga pintu
keberangkatan menuju bus rute 16, 17, 18, 19, 20, dan 21.
Petugas transportasi tampak sigap
mengatur arus jamaah yang berdesakan menuju pintu masuk bus. Jamaah pengguna
kursi roda dan kelompok lanjut usia diarahkan menuju pintu khusus.
“Di sini khusus yang berkursi
roda. Silakan bapak-ibu ke pintu sebelah sana,” ujar salah satu petugas
terminal.
Kepala Pos (Kapos) Terminal
Ajyad, Muhammad Rif’at Sitorus, mengatakan, saat ini tersedia tiga pintu dengan
sistem buka-tutup untuk mengendalikan kepadatan jamaah. Salah satunya adalah
pintu 3A yang dikhususkan bagi jamaah lansia dan risiko tinggi (risti).
“Ketika mereka sudah diarahkan ke
rute atau pintu 3A khusus lansia, nanti petugas akan mengarahkan ke rute bus
yang seharusnya dinaiki,” kata Sitorus saat ditemui Tim Media Center Haji
(MCH), Kamis malam.
Ia menjelaskan, jalur khusus
tersebut dibuat agar jamaah lansia mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat
menuju bus shalawat.
Terminal Ajyad sendiri memiliki
kapasitas lebih kecil dibanding Terminal Jabal Ka’bah maupun Syib Amir. Selain
itu, terminal ini hanya memiliki satu jalur untuk akses masuk dan keluar
kendaraan maupun jamaah.
Meski hanya melayani tiga sektor
pemondokan jamaah Indonesia di wilayah Misfalah, terminal tersebut tetap
dipadati jamaah dari berbagai negara sehingga suasana sering kali sangat ramai,
terutama usai waktu salat.
Untuk mencegah penumpukan dan
risiko kecelakaan, pengelola menerapkan sistem buka-tutup pintu. Kebijakan ini
diterapkan berdasarkan evaluasi pengalaman tahun-tahun sebelumnya.
“Dulu sebelum ada pagar koridor,
banyak jamaah jatuh tersungkur, tertabrak bus, hingga sulit ditertibkan,” ujar
Sitorus.
Saat ini, Terminal Ajyad didukung
109 armada bus dan jumlah tersebut akan terus ditambah seiring bertambahnya
jamaah Indonesia di wilayah Misfalah. Total nantinya akan ada 140 bus yang
melayani enam rute keberangkatan.
Jumlah petugas terminal juga ditambah menjadi 25 personel dari sebelumnya 17 orang. Mereka bekerja dalam tiga shift, dengan penambahan personel saat jam-jam padat jamaah.