BI Berharap Dai Jadi Penggerak Perubahan Masyarakat dalam Pengembangan Ekonomi Syariah
Sadam Al Ghifari
Penulis
Azharun N
Editor
JAKARTA, MUI Digital– Bank Indonesia (BI) berharap dai menjadi penggerak perubahan masyarakat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Hal ini disampaikan Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Muhammad Nuryazidi dalam acara Upgrading Dakwah Training of Trainer (ToT) Dai & Daiyah Wilayah Jabetabek.
Acara ini digelar di Gedung LPPI, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (23/4/2026) oleh Pokja Ekonomi dan Pokja Penguatan Kompetensi Dai dan Kualitas Dakwah Komisi Dakwah MUI Pusat yang bekerja sama dengan BI.
Yazidi menilai, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sudah sangat positif. State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2024/2025 melaporkan Indonesia menduduki posisi ketiga dunia dalam kinerja ekonomi syariah.
"Ini sudah naik, jadi memang progres itu penting. Jadi bukan hanya targetnya berapa, melainkan kita juga lihat progres-nya. Walaupun belum nomor satu, tapi kita sudah naik dari posisi tujuh, sekarang sudah nomer tiga," ungkapnya.
Yazidi optimis, dengan peran dai yang lebih optimal dalam menggerakkan perubahan masyarakat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah bisa meningkatkan posisi Indonesia dalam kinerja ekonomi syariah.
Baca juga: Ajak Para Dai Bermindset Kaya, Kiai Cholil Nafis: Kita Niatkan Ingin Mandiri dan Berbagi
Dia mengungkapkan, Indonesia memiliki banyak potensi dalam pengembangan ekonomi syariah melalui sektor fashion, pariwisata, farmasi, makanan, dan keuangan syariah.