Dongkrak Rendahnya Literasi dan Inklusi, MUI Libatkan Para Dai Dakwahkan Eksyar
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Majelis Ulama Indonesia meminta dai untuk meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) yang dinilai masih rendah.
Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, mengungkapkan sekarang ini literasi eksyar baru 43 persen dibanding konvensional yang sudah mencapai 66 persen. Sementara literasi inklusi eksyar baru 13 persen.
Ulama kelahiran Sampang, Madura, pada 1 Juni 1975 ini berharap literasi eksyar bisa mencapai 90 persen, sementara literasi inklusi eksyar menjadi 43 persen.
"Kita berharap, dai yang selalu hadir di tengah masyarakat bisa mengubah mindset masyarakat untuk berubah dari yang non syariah kepada yang syariah," kata Kiai Cholil, sapaan akrabnya, di Gedung LPPI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).
Hal ini disampaikan dalam acara Upgrading Dakwah Training of Trainer (ToT) Dai & Daiyah Wilayah Jabodetabek yang digelar oleh Komisi Dakwah MUI bersama Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia.
Ketua Badan Pengurus Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI ini menambahkan, mindset tersebut bukan hanya dalam hal perbankan, melainkan juga pasar modal dan bisnis keseharian yang ada unsur syariahnya.
Baca juga: Penguatan Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk Dai Dinilai Penting, Ini Alasannya
"Sehingga pola pikir masyarakat itu menjadi pola pikir yang syariah lifestyle kemudian syariah lifestyle sehingga dalam bisinis transaksinya sesuai dengan syariah," sambungnya.
Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini mengungkapkan, para dai yang mengikuti acara ini merupakan dai yang sudah mendapatkan sertifikasi standardisasi dai dari MUI.
"Kita berharap mereka bisa menyebarkan, menyadarkan masyarakat untuk berinteraksi dengan lembaga keuangan, bisnis, perekonomian, dan interaksinya sesuai dengan syariah," tegasnya.
CEO Amanah Zakat ini mengungkapkan, dai yang sudah mendapatkan standardisasi dari MUI sudah lebih dari 4 ribu orang. Mereka selalu berceramah dan berhadapan langsung dengan umat.
Kiai Cholil menegaskan, acara ini untuk memperkuat literasi dan inklusi eksyar akan terus digalakkan. Bukan hanya di tingkat nasional, melainkan juga tingkat provinsi.
"Kita akan galakkan terus bagaimana meningkatkan literasi syariah, ekonomi dan keuangan syariah, serta meningkatkan inklusi literasi dan keuangan syariah," tegasnya.
Kegiatan ini memberikan lima materi mengenai ekonomi dan syariah kepada para dai. Pertama, prinsip dasar syariah. Kedua, gaya hidup halal. Ketiga, keuangan syariah. Keempat, bisnis dalam Islam. Kelima, praktik dan implementasi dakwah eksyar.