Lewati ke konten utama
Rabu, 2 September 2026 / 20 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Sumatera Utara

MUI SU Bidang Seni Budaya Apresiasi “Syiar Bersyair”, Penghormatan Kepada Maestro Prof.(HC) Datuk Ahmad Baqi

2 menit baca
MUI SU Bidang Seni Budaya Apresiasi “Syiar Bersyair”, Penghormatan Kepada Maestro Prof.(HC) Datuk Ahmad Baqi
Bagikan:

muisumut.or.id., Medan,  2 September  2026., Alhamdulillah ala kulli hal, Bidang dan Komisi Seni Budaya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menghadiri Acara “Syiar Bersyair” Tribute Prof (HC) Datuk Ahmad Baqi sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada Maestro komponis yang luar biasa di bidang seni musik religi dan sarat nuansa spritual Islam.

Acara yang diadakan oleh Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Sumatera Utara yang di ketuai Prof.Dr. Nispul Khoiri ,M.Ag. pada hari Selasa,1 September 2026 pukul: 19.00 sd selesai bertempat di Raz Convention Hall Jl Dr. Mansyur Medan

Seribu lagu Ahmad Baqi memang kental dengan unsur religi , terutama ruh Islam . Simaklah lirik yang mengingatkan kita akan kematian “Selimut Putih ” lagu fenomenal dan terkenal sampai sekarang .
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
Sekujur tubuh akan menggigil
Sekujur badan akan kedinginan.

Datuk Jalidar dari Sabah Malaysia mengatakan tentang nada ,”Soal nada Ahmad Baqi dipengaruhi kuat oleh nada nada lagu Al-Qur’an yang disebut qiraat. Lagu lagu itu seperti Bayati, Siqa, Raas ,Nahwan , Hijaz, Husaini dan Zaharqah”.

Ahmad Syauqi putra dari Ahmad Baqi mengatakan bahwa Atoknya Abdul Majid mendidiknya ayahnya bukan untuk menjadi seniman ,tetapi mengarahkannya menjadi seorang ulama. Abdul Majid yang tegas tidak menginginkan Ahmad Baqi sebagai seniman dan pemusik. Ayahnya Ahmad Baqi sering bermain biola jauh ke kebun supaya tidak ketahuan atoknya. Didikan ulama itu justru membekas pada syair syair petuah nasihat dan dakwah dalam bentuk seni. Qari dan Guru Alm.H.Azra’i Abdurrauf sahabat Ahmad Baqi mengatakan: ” Bagus juga kalau engkau ke bidang musik ini, ada lagu lagu bernafaskan Islam sebagiai dakwah kepada masyarakat.”

Sebagai apresiasi Seni Budaya MUI SU memberi buket bunga mawar merah muda kepada Ahmad Baqi melalui putra beliau Ahmad Syauqi bak kata Sastrawan : “Katakanlah dengan bunga” sebagai ungkapan populer untuk menyampaikan perasaan (seperti cinta, kasih sayang, atau rasa terima kasih, rasa hormat / ta’zim) melalui pemberian bunga daripada kata-kata.

Hadir pada Giat Syiar Bersyair ini dari Seni Budaya : Wan Khairunnisah, Nani Ayum Panggabean, Sakdiyah Rahman dan Nuraini Simangunsong berdoa kepada Allah SWT. semoga ketulusan berkarya Datuk Ahmad Baqi dan warisan inspiratif ini senantiasa menjadi amal jariyah dan teladan bagi generasi seniman muslim masa depan . Aamiin Allahumma Aamiin.