Kuliah Umum PTKU MUI Sumut: Kader Ulama Harus Mampu Menjawab Tantangan Era Disrupsi
Administrator
Penulis
Medan, muisumut.or.id., 4 Juni 2026 – Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumatera Utara kembali menggelar Kuliah Umum sebagai bagian dari upaya mencetak ulama yang memiliki kapasitas keilmuan, wawasan kebangsaan, serta kemampuan menjawab tantangan zaman. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (4/6/2026) ini menghadirkan Guru Besar dan tokoh pemikir Islam, Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis, yang menyampaikan materi bertajuk “Tantangan Ulama di Era Disrupsi”.
Kuliah umum tersebut dihadiri Ketua Umum MUI Sumatera Utara Dr. H. Maratua Simanjuntak, Direktur PTKU Prof. Dr. H. Hasan Bakti Nasution, MA, Sekretaris PTKU Dr. Irwansyah, M.H.I, serta Wakil Direktur PTKU Prof. Dr. H. Arifinsyah, M.Ag yang bertindak sebagai moderator.
Turut hadir para dosen PTKU, yakni Dr. H. Arso, SH., M.Ag, Drs. H. Ahmad Sanusi Luqman, Lc., MA, Dr. Iqbal Habibi Siregar, M.Pd.I, dan Hakkul Yaqin Siregar, Lc., M.Ag. Hadir pula sejumlah pengurus Dewan Pimpinan MUI Sumatera Utara, antara lain Drs. H. T. Darmansyah, MA, Dr. H. Akmaluddin Syahputra, M.Hum, Drs. Ahmad Darwis Ritonga, Drs. H. Saparuddin Lubis, MA, dan Drs. H. Muhammad Arifin Umar.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menegaskan bahwa program kaderisasi ulama merupakan amanah besar yang telah berlangsung sejak lama dan harus terus dipertahankan.
Menurutnya, perjalanan pendidikan kader ulama di Sumatera Utara tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk almarhum pengusaha nasional Probosutedjo yang pada masa awal turut memberikan dukungan pembiayaan bagi pendidikan kader ulama.
“Program Pendidikan Kader Ulama ini memiliki sejarah panjang. Dahulu, almarhum Probosutedjo turut membiayai pendidikan kader ulama. Alhamdulillah, hingga hari ini Pendidikan Tinggi Kader Ulama MUI Sumatera Utara tetap berjalan dan menjadi salah satu program unggulan MUI Sumatera Utara dalam menyiapkan generasi ulama masa depan,” ujar Maratua.
Ia menambahkan bahwa keberadaan PTKU merupakan bentuk komitmen MUI Sumatera Utara dalam menjaga kesinambungan kaderisasi ulama yang tidak hanya menguasai ilmu-ilmu keislaman, tetapi juga mampu memahami perkembangan sosial, budaya, teknologi, dan berbagai persoalan kontemporer yang dihadapi umat.
Sementara itu, dalam kuliah umumnya, Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis menjelaskan bahwa era disrupsi merupakan masa perubahan besar yang ditandai oleh peralihan dari teknologi fisik menuju teknologi digital yang melahirkan sistem baru yang lebih cepat, efisien, dan memberikan manfaat yang luas. Perubahan tersebut sekaligus menghadirkan peluang dan tantangan bagi kehidupan beragama. Menurutnya, ulama harus mampu menjaga nilai-nilai dasar agama yang meliputi akidah, syariah, dan akhlak, sembari tetap memiliki kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman. Ia mengingatkan bahwa pola berpikir yang kaku dan menolak perubahan berpotensi membuat dakwah Islam kehilangan relevansi di tengah masyarakat yang terus berkembang.
Prof. Ridwan juga menekankan bahwa sejarah Islamisasi Nusantara menunjukkan keberhasilan dakwah Islam melalui pendekatan yang damai, adaptif, dan menghargai budaya lokal. Karena itu, ulama masa kini dituntut mampu mengintegrasikan pemahaman keislaman yang kuat dengan kemampuan membaca realitas sosial secara bijaksana.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ulama ideal adalah sosok yang tidak hanya memiliki kedalaman ilmu, tetapi juga kepekaan sosial, kemampuan berijtihad, serta keberanian bertindak untuk kemaslahatan umat. Karakter tersebut tercermin dalam konsep ulul albab, yakni pribadi yang senantiasa berzikir, berpikir, dan mampu menangkap makna mendalam dari setiap fenomena kehidupan.
Kegiatan kuliah umum berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi dari para mahasiswa PTKU. Melalui kegiatan ini, PTKU MUI Sumatera Utara kembali menegaskan perannya sebagai lembaga kaderisasi strategis yang mempersiapkan ulama berwawasan luas, moderat, dan mampu menjadi rujukan umat di tengah berbagai dinamika perubahan global.
Dengan terus berlangsungnya program PTKU hingga saat ini, MUI Sumatera Utara berharap lahir generasi ulama yang mampu menjaga kemurnian ajaran Islam, memperkuat persatuan umat, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat di era modern.