Lewati ke konten utama
Selasa, 29 September 2026 / 17 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
MUI Sulsel dan BNN Perkuat Sinergi Tekan Peredaran Narkoba
Sulawesi Selatan

MUI Sulsel dan BNN Perkuat Sinergi Tekan Peredaran Narkoba

MUI Sulsel dan BNN Perkuat Sinergi Tekan Peredaran Narkoba

/ 16 Rabiul Akhir 1448 H 2 menit baca

MAKASSAR— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan jajaran MUI Sulsel di Kantor MUI Sulsel, Jalan Emmy Saelan, Makassar, Senin (28/9/2026).

Ketua Umum MUI Sulsel Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd Safa, Lc., MA mengatakan, MUI sebagai mitra pemerintah siap berkolaborasi dengan BNN dalam upaya memberantas peredaran narkoba.

Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui pendekatan keagamaan, antara lain melalui fatwa dan dakwah kepada umat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.

Menurutnya, peran ulama dan organisasi keagamaan penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendorong pencegahan narkoba dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Sulawesi Selatan, Ardiyansah, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum MUI Sulsel beserta seluruh jajaran yang telah menerima audiensi dan memberikan berbagai masukan.

“Izin kami mewakili Bapak Kepala BNN mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Kiai, Ketua, kemudian seluruh jajaran,” ujarnya.

Ardiyansah mengatakan, masukan dan saran dari MUI Sulsel menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah pencegahan narkotika di tengah masyarakat.

Menurutnya, persoalan narkoba membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki jaringan luas.

“Pada prinsipnya mungkin ini bisa kita lanjutkan dengan kerja sama antara BNN Provinsi Sulawesi Selatan dengan Nahdlatul Ulama Provinsi Sulawesi Selatan,” katanya.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai bahaya narkotika, sekaligus memperkuat gerakan pencegahan di tingkat masyarakat.

Selain penindakan terhadap jaringan peredaran, pendekatan pencegahan dinilai penting untuk membangun kesadaran sejak dini. Keluarga, sekolah, lembaga pendidikan dan organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba.

Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus MUI Sulsel dan Lembaga Gerakan Anti Narkoba (Ganas Annar) MUI Sulsel.

Irfan Suba Raya

BAGIKAN: