LP2M MUI Jawa Timur Gelar Ta’aruf dan Rakor, Perkuat Program Pembinaan Mualaf
SURABAYA, MUI Jatim – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Timur melalui Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Mualaf (LP2M) menggelar acara Ta’aruf dan Rapat Koordinasi (Rakor) pada hari Selasa, 11 Agustus 2026. Acara ini difokuskan untuk merumuskan dan memantapkan langkah-langkah strategis dalam membina para mualaf.
Lembaga Pembinaan dan Pemberdayaan Mualaf ini merupakan lembaga yang baru dibentuk pada kepengurusan periode ini. Sebelumnya, lembaga ini bernama Komisi Dakwah Khusus (KDK).
Ketua LP2M MUI Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Muhammad Arwani, M.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan sembilan program utama atau prioritas dan dua program pendukung yang menjadi pokok bahasan dalam Rakor tersebut. Menurutnya, program-program tersebut disusun agar dapat langsung menjawab tantangan di lapangan.
“Program semuanya itu sudah aplikatif, inovatif, dan responsif. Tidak terlalu muluk-muluk programnya, sederhana, yang penting aplikatif, inovatif, dan responsif. Jadi sesuai dengan keinginan, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di Jawa Timur,” ujar Dr. Arwani.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Dr. KH. M. Hasan Ubaidillah, S.H.I., M.Si., menekankan bahwa kehadiran LP2M merupakan bentuk nyata komitmen MUI dalam merespons dinamika pertumbuhan umat dan menjalankan perannya secara optimal di tengah-tengah masyarakat.
“Fungsi MUI sebagai shodiqul hukumah yang memang punya concern terhadap hal-hal semacam ini, dan sekaligus khadimul umah menjadi pelayan masyarakat, pelayan umat. Ini harusnya kita hadir di masyarakat, hadir untuk umat, tidak peduli background-nya apapun itu, kita harus hadir di tengah-tengah mereka,” tegas Dr. Hasan Ubaidillah.
Diharapkan melalui rapat koordinasi ini, program kerja yang dirumuskan oleh LP2M MUI Jatim dapat segera dieksekusi dan bersinergi dengan lembaga amil zakat maupun organisasi keagamaan lainnya untuk menghadirkan pembinaan yang lebih komprehensif bagi para mualaf di wilayah Jawa Timur.