Khutbah Jumat: Menjaga Semangat Ibadah Pasca Ramadhan
Oleh: Admin
Editor: Admin
Oleh: Ust. Syarif Hidayatullah, S.H.I, C.LQ, Ketua Komisi Infokom MUI Kota Tangerang
Khutbah I
اَلسَّلاَمُ
عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه
اَلْحَمْدُ
لِلّٰهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِيْ
الْإِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمْ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ
الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، اَلْعَلِيْمِ الَّذِيْ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ
خَوَاطِرُ الْجِنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَا يَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ
بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ، اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ
بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ، أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ
وَالْحُسْبَانَ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ.
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ
الْجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَامُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَِّاعِيْ إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ.
اَللّٰهُمَّ
صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا
بَعْدُ، فَيَآأَيُّهَاالْمُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ
فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَاتّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا
تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَ أَنْتُمْ مُسلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى (يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ)
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,
Syukur
Alhamdulillah, pada kesempatan hari ini kita tengah berada di bulan nan fitrah,
bulan di mana kita dikembalikan menjadi hamba Allah yang diampuni dosa-dosa
kita karena kita telah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan, sebagaimana
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ
صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ
ذَنْبِهِ
“Barang siapa
yang berpuasa Ramadhan berlandaskan Iman dan hanya mengharapkan pahala dari
Allah, maka akan diampuni baginya dosa yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)
Semoga kita bisa
menjadi hamba-hamba Allah yang istiqamah menjalankan ketaatan kepada Allah SWT dan
senantiasa mampu menjaga sunnah-sunnah Rasulullah SAW, bukan hanya di bulan
Ramadhan saja, tetapi di setiap waktu dan keadaan. Kita bukan hanya menjadi
hamba Ramadhan, yang hanya mampu taat menjalankan ibadah, tekun beribadah hanya
di bulan Ramadhan, tetapi juga menjadi
hamba Allah yang sepatutnya.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,
Sebagai wujud
syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang tak terhingga yang
dianugerahkan kepada kita; baik nikmat sehat walafiyat, nikmat panjang umur,
nikmat istiqamah dalam beribadah kepada Allah, nikmat berpegang kepada sunnah-sunnah
Rasul-Nya, dan nikmat yang terbesar yang Allah berikan kepada kita yaitu nikmat
iman dan Islam, sebab dengan adanya nikmat iman dan islam tersebut, sekecil atau sedikit apa pun yang kita
lakukan dalam bentuk kebaikan dan ketaatan akan berarti di sisi Allah.
Tanpa adanya
nikmat iman dan Islam yang Allah karuniakan, sebanyak dan sebesar apa pun
kebaikan yang kita lakukan maka tidak akan bernilai di sisi Allah SWT, sebagaimana
ditegaskan dalam firman-Nya:
فَمَنْ
يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا
لَهُ كَاتِبُونَ
“Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka
tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan
amalannya itu untuknya.” (QS.
Al-Anbiya: 94)
Marilah
bersama-sama kita berusaha dan berupaya untuk selalu meningkatkan kualitas
keimanan dan ketakwaan, juga kita tingkatkan kualitas pemahaman ilmu agama kita, agar ibadah kita mendapatkan
predikat ibadah yang sah, ibadah yang terpenuhi syarat dan rukunnya, bukan
ibadah yang hanya sekedar berlandaskan hawa nafsu belaka atau hanya sekedar
ikut-ikutan saja, yang pada akhirnya akan sia-sia tanpa nilai pahala,
sebagaimana perkataan Syekh Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad-nya:
فَكُلُّ
مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ
“Maka setiap
orang yang beribadah tanpa berlandaskan ilmu, ibadahnya akan tertolak, tidak
akan diterima.”
Dengan ketakwaan
dan amal saleh yang kita lakukan, maka Allah akan senantiasa membersamai kita
baik dalam bentuk pertolongan dan bantuan-Nya, dan jelas hal ini Allah tegaskan
dalam firman-Nya:
إِنَّ
اللّٰهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ
“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang
yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 128)
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,
Setelah kita
digembleng selama bulan Ramadhan, dengan kewajiban dan kesunnahan, maka pada
saat inilah di bulan Syawal sebagai langkah awal untuk kita buktikan hasil
penggemblengan dan pendidikan selama Ramadhan tersebut.
Apakah kita mampu
menjalankan atau meningkatkan ibadah-ibadah wajib dan ibadah-ibadah sunnah
di luar bulan Ramadhan, sebagai tolok ukur keberhasilan Ramadhan kita selama
sebulan penuh?
Ramadhan kemarin adalah
momentum untuk membangun kebiasaan baik, bukan sekadar pengalaman satu bulan.
Dengan konsistensi, lingkungan yang mendukung, dan pendekatan yang realistis,
ibadah kita akan terus berkembang sepanjang tahun insya Allah.
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,
Lalu bagaimana
agar ibadah kita yang telah kita lakukan di bulan Ramadhan agar tetap eksis dan
istiqamah kita lakukan?
Ada beberapa kiat
dan amalan untuk menjaga semangat ibadah setelah Ramadhan supaya semangat yang kita
bangun selama bulan suci tidak “luntur” begitu saja, melainkan berlanjut
menjadi kebiasaan baik sepanjang tahun:
1. Tetap
Konsisten dengan Shalat & Ibadah Harian
Pastikan shalat
wajib tetap dijaga tepat waktu dan jangan tinggalkan shalat sunnah yang biasa kita
lakukan di Ramadhan, seperti Tahajjud dan Dhuha, dan sempatkan pula berpuasa
sunnah seperti 6 hari di bulan Syawal, puasa Senin-Kamis, atau puasa Ayyamul
Bidh (tanggal 13, 14 & 15). Ini membantu mempertahankan disiplin dan
pahala seperti puasa sepanjang tahun.
Allah SWT
berfirman:
وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً
لَّكَ ۖ عَسَىٰٓ أَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada
sebagian malam, lakukanlah salat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu;
mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra’: 79)
Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu pernah berkata:
أَوْصَانِي
خَلِيْلِي بِثَلَاثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوْتَ: صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ
مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلَاةِ الضُّحَى، وَنَوْمٍ عَلٰى وَتْرٍ
“Teman karibku
(Rasulullah saw) menasihatiku untuk tiga perkara dan aku tidak akan
meninggalkannya sampai aku mati: puasa tiga hari tiap bulan, shalat dhuha, dan
tidur setelah witr.” (HR
Bukhari)
2. Jadikan
Alquran sebagai Sahabat Setiap Hari
Mari kita senantiasa
membaca dan merenungkan Alquran secara rutin. Meskipun sedikit yang bisa kita
lakukan setiap hari, tapi ketahuilah itu mampu menumbuhkan kesadaran spiritual
dan menjaga semangat ibadah.
Sebagaimana kita
bisa merenungkan firman-Nya yang berbunyi:
ٱلَّذِينَ
يَذْكُرُونَ ٱللّٰهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي
خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَاتِ وَٱلْأَرْضِ
“(Ialah)
orang-orang yang menyebut Allah dalam keadaan berdiri, duduk, dan berbaring,
serta mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi.” (QS. Ali ‘Imran:190)
3. Tetap Beramal
Baik & Bersedekah
Kebiasaan memberi
dan beramal baik saat Ramadhan bisa dilanjutkan sepanjang tahun. Misalnya, memberikan sedekah rutin, membantu orang lain, atau kerja sosial di
masjid/komunitas.
Rasulullah SAW
bersabda:
الصَّدَقَةُ
تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مَيْتَةَ السُّوءِ
“Sedekah dapat memadamkan murka Tuhan dan
mencegah mati buruk.” (HR
At-Thabrani)
4. Bangun Lingkungan Spiritual
Tetap terhubung
dengan jamaah atau komunitas muslim. Tetap mengikuti pengajian di majelis
taklim, shalat berjamaah di masjid, atau kelompok tadarus Alquran. Jagalah lingkungan
yang mendukung menjaga semangat ibadah. Ada dalam pepatah Arab dikatakan:
اَلْإِنْسَانُ
ابْنُ الْبِيْئَةِ
“Manusia
adalah anak lingkungannya”
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,
5. Muhasabah
dan Refleksi Diri
Mari kita senantiasa
melakukan introspeksi diri, “muhasabah”, secara berkala. Melakukan
evaluasi amalan, niat, dan target ibadah setelah Ramadhan. Menyadari kekuatan
dan kelemahan tentu bisa membantu memperbaiki praktik ibadah.
6. Doa dan
Dzikir
Tetaplah kita berdoa
kepada Allah, beristighfar (memohon ampun), dan dzikir setiap hari, meskipun hanya beberapa kalimat. Ini membantu
menjaga hati tetap dekat dengan Allah meski aktivitas harian padat.
Rasulullah SAW
bersabda:
الدُّعَاءُ
هُوَ الْمِحْرَابُ وَهُوَ الْعِمَادُ وَهُوَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
“Doa adalah mihrab
dan tiangnya ibadah dan doa adalah cahaya langit dan bumi.” (HR Tirmidzi)
7. Perhatikan
Keseimbangan
Jangan terlalu
memaksakan diri sehingga membuat burnout (kondisi kelelahan fisik). Nabi
SAW menekankan bahwa amalan yang terus-menerus meski sedikit, dalam arti
istiqamah, lebih dicintai Allah daripada yang banyak namun putus-nyambung.
أَحَبُّ
الْأَعْمَالِ إِلَى اللّٰهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang
paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dikerjakan secara konsisten /berkelanjutan,
meskipun sedikit.” (HR
Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral
Muslimin Jamaah Jumat yang Dirahmati Allah,
Demikianlah
khutbah Jumat yang bisa khatib sampaikan perihal pentingnya menjaga ibadah
dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga ini menjadi
khutbah yang membawa berkah dan manfaat bagi kita semua. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
بَارَكَ
اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ
بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّي
وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
أَقُوْلُ
هٰذَا الْقَوْلَ، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ
الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.
وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ
أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ
عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ
عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ
وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ
والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم
ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ
وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ
وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً
وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ