Wujudkan Negara Kuat, Kongres Umat Islam Indonesia Arusutamakan Kedaulatan dan Persatuan
Miftahul Jannah
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital — Majelis Ulama Indonesia akan menggelar Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII dengan mengusung tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat” sebagai upaya memperkuat persatuan umat dan kontribusi Islam dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan tema tersebut dipilih untuk menjawab tantangan umat di tengah keberagaman organisasi dan pandangan yang berkembang di masyarakat.
“Kongres Umat Islam ke-8 mengangkat sebuah tema ‘Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat’. Jadi ada tiga kata kunci, bagaimana umat ini bisa bersatu di tengah keanekaragaman ormas, termasuk paham yang muncul di tengah-tengah masyarakat,” ujar Buya Amirsyah di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, semangat persatuan umat perlu terus diperkuat melalui prinsip “Bersatu dalam Ushuliyah, Bertoleransi dalam Furu'iyah” agar perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat. “Ini harus menjadi tagline yang bisa mempersatukan kita,” katanya.
Buya Amirsyah menjelaskan, persiapan KUII VIII dilakukan melalui sejumlah agenda pra-kongres yang bertujuan memperkuat ukhuwah dan peradaban Islam.
Baca juga: RI Jadi Headquarter APCAP Gerakan Palestina Asia-Pasifik, akan Diluncurkan saat Kongres Umat Islam
Salah satunya melalui kerja sama dengan Kaukus Parlemen dalam rangka memperkuat peradaban untuk mewujudkan perdamaian dunia.
Selain itu, MUI juga akan melibatkan para ulama dan pesantren dalam penguatan karakter santri sebagai bagian dari upaya menjaga pesantren sebagai aset bangsa.
“Pesantren memiliki sejarah panjang di Indonesia yang banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Karena itu pesantren harus kita kawal sebagai aset bangsa,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian pra-kongres, MUI juga akan menggelar Silaturahmi Nasional Penguatan Ukhuwah di Yogyakarta untuk mempererat persatuan umat Islam.
Tidak hanya itu, agenda seni budaya dan peradaban Islam juga akan menjadi bagian dari persiapan menuju kongres.
Baca juga: Kongres Umat Islam Indonesia akan Kembali Digelar, Angkat Isu Nasional dan Global
Buya Amirsyah berharap KUII VIII nantinya mampu melahirkan berbagai keputusan strategis yang dapat menjadi rujukan bagi ulama, akademisi, dai, dan pemangku kepentingan dalam bidang ekonomi, politik, sosial, maupun budaya.
“Insya Allah kongres ini akan melahirkan keputusan yang baik dan menjadi rujukan bagi semua pihak,” katanya.
Menurutnya, hasil kongres juga akan disosialisasikan kepada pemerintah, legislatif, dan yudikatif sebagai bentuk kontribusi umat Islam dalam menjaga kemaslahatan bangsa di tengah tantangan geopolitik internasional.
“Ini sebagai bagian dari ikhtiar Majelis Ulama Indonesia untuk mengawal kedaulatan bangsa sehingga negara kita kuat,” kata dia.