Sarasehan Nasional Eksyar, Gubernur BI Kenang 10 Tahun Bersama MUI Cetuskan Arus Baru Ekonomi dan Keuangan Syariah
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengenang perjalanan satu dekade kerja sama BI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Momen itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Leaders Insight pada Sarasehan Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah: Refleksi Kemerdekaan RI ke-80 Tahun 2025 di Kantor Bank Indonesia, Rabu (13/8/2025).
Perry mengingat pertemuan serupa yang digelar di tempat yang sama pada Mei 2015, ketika BI dan MUI mencetuskan visi menjadikan Indonesia sebagai “arus baru ekonomi dan keuangan syariah.” Ia menilai, 10 tahun kemudian, cita-cita itu semakin terwujud.
“Alhamdulillah, sekarang Indonesia menjadi salah satu pemain utama ekonomi dan keuangan syariah global. Modest fashion kita nomor satu di dunia, sementara keuangan syariah berada di posisi tiga besar. Untuk halal food, kita juga masuk lima besar global,” ujarnya.
Menurut Perry, keberhasilan tersebut tidak lepas dari tiga strategi utama yang dirintis sejak awal bersama MUI: mengembangkan halal value chain, memperluas akses keuangan syariah, serta meningkatkan literasi dan dakwah ekonomi syariah.
Ia memaparkan, strategi pertama diwujudkan melalui penguatan ekosistem ekonomi halal dengan memberdayakan pondok pesantren sebagai pusat bisnis dan kewirausahaan. “Sekarang lebih dari 10 ribu pesantren menjadi pusat ekonomi syariah, mulai dari pengolahan air bersih, percetakan, pertanian berkelanjutan, pengolahan limbah, pabrik roti, hingga digitalisasi bisnis,” jelasnya.
Strategi kedua, kata Perry, adalah mendorong akses perbankan syariah melalui kolaborasi dengan OJK dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Strategi ketiga diwujudkan lewat festival ekonomi syariah yang rutin digelar tiga kali setahun di berbagai wilayah, serta event puncak Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).
Pada forum tersebut, Perry juga mengusulkan enam program unggulan untuk memperkuat ekonomi syariah nasional:
1. Gerbang Santri Gerakan pengembangan pesantren dan rantai nilai halal.
2. Jawara Ekspor Jaringan wirausaha syariah untuk mendorong ekspor produk halal.
3. Gema Halal
Gerakan berjamaah akselerasi halal, termasuk percepatan sertifikasi dan penguatan halal center.
4. Sapa Syariah Penguatan sinergi perdagangan dan pembiayaan syariah.
5. Kanal Ziswaf Kolaborasi nasional pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
6. Lentera Emas Literasi dan inklusi ekonomi syariah menuju Indonesia Emas 2045.
Perry berharap enam program tersebut dapat menjadi bagian dari hasil Sarasehan Nasional tahun ini dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.
“Semoga silaturahmi ini membawa berkah dan menjadikan Indonesia sebagai arus baru ekonomi keuangan syariah menuju Indonesia maju,” tutup Perry.
(ed: Muhammad Fakhruddin)