Prof Niam Terima Kunjungan Ulama Internasional, Bahas Dakwah di Wilayah Minoritas Muslim
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof KH Asrorun Ni’am Sholeh, menerima kunjungan ulama internasional Hasan Al Djufri di Kantor MUI Pusat, Kamis (28/8/2025).
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana silaturahim sekaligus mempererat persaudaraan umat Islam lintas negara. Dalam kesempatan tersebut, Hasan Al Djufri yang lama berdomisili di Arab Saudi, menyampaikan harapan agar dakwah Islam semakin diperkuat, khususnya bagi komunitas muslim yang hidup di wilayah minoritas dengan keterbatasan akses dakwah.
Ia mencontohkan kondisi umat di Kuba, Punggul, dan beberapa daerah lain yang belum memperoleh fasilitas memadai untuk mengembangkan dakwah.
“Di beberapa wilayah, umat Islam masih menghadapi tantangan besar. Mereka membutuhkan perhatian, pendampingan, dan dukungan agar dapat tetap menjaga iman sekaligus mengembangkan dakwah,” kata Hasan Al Djufri.
Menanggapi hal itu, Prof Niam menekankan pentingnya kerja sama global untuk memperluas jangkauan dakwah. Menurutnya, dakwah bukan hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga harus memberi dampak nyata bagi kehidupan sosial, pembangunan peradaban, dan kemaslahatan umat manusia.
“Menjaga, merawat, sekaligus mengembangkan dakwah di masyarakat muslim merupakan tugas bersama. Nilai-nilai agama perlu terus dihidupkan agar berdampak positif bagi masyarakat dan peradaban dunia,” ujar Prof Niam kepada MUIDigital di Kantor MUI Pusat, Kamis (28/8/2025).
Prof Ni'am juga menambahkan bahwa MUI terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam misi dakwah wasathiyah.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi nyata untuk bersama-sama menghadirkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, baik di Indonesia maupun di dunia internasional,” imbuhnya.
Sementara itu, Hasan Al Djufri menegaskan bahwa tujuan utama kunjungannya adalah mempererat ukhuwah Islamiyah.
“Ada hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Itulah tujuan kami, bersilaturahim dan saling mengingatkan posisi kita sebagai umat Allah dan umat Rasulullah. Kita harus memikirkan bagaimana seluruh umat manusia selamat dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, “Saya merasa gembira bisa datang ke Indonesia dan bertemu langsung dengan para ulama di MUI. Indonesia memiliki peran penting dalam peta dakwah global, terutama dengan pendekatan Islam wasathiyah yang bisa menjadi contoh bagi dunia.”
Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama dakwah internasional serta membuka ruang kolaborasi antara MUI dan ulama dunia dalam misi penyebaran Islam wasathiyah.
(Miftahul Jannah ed: Muhammad Fakhruddin)