Prof Asrorun Ni’am Tekankan Istiqomah dan Kepemimpinan Kunci Ketahanan Umat
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Prof Asrorun Ni’am Sholeh, menekankan pentingnya istiqomah dan mudawamah sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Inti ajaran Islam adalah beriman kepada Allah SWT dan menjaga keimanan itu agar tetap teguh dalam setiap situasi kehidupan,” ujar Prof. Asrorun Ni’am, Sabtu (7/2/2026) di Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa istiqomah tidak berhenti pada keyakinan di dalam hati, melainkan harus tercermin dalam sikap, perilaku, serta konsistensi dalam mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“istiqomah bukan hanya soal iman di hati, tetapi konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Prof. Ni’am juga mengajak umat Islam untuk membiasakan doa agar hati senantiasa diteguhkan dalam iman sebagai bentuk ikhtiar.
“Doa adalah ikhtiar spiritual agar hati kita tidak mudah goyah oleh perubahan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa setiap individu pada hakikatnya adalah pemimpin, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, kullukum ra’in wa kullukum mas’ulun ‘an ro’iyatihi.
“Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban,” katanya.
Menurut Prof Ni’am, kepemimpinan dimulai dari memimpin diri sendiri, kemudian keluarga, dan lingkungan sekitar. Ia menyoroti pentingnya kesiapan kepemimpinan dalam rumah tangga, terutama dalam memahami tanggung jawab finansial, pengasuhan anak, serta membangun komunikasi yang sehat antara suami dan istri.
“Tantangan era digital dan meningkatnya angka perceraian menuntut kesiapan yang lebih matang dalam membangun keluarga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan adab sejak dini sebagai bagian dari tanggung jawab kepemimpinan orang tua.
“Memberikan adab dan nama yang baik kepada anak adalah hak anak sekaligus fondasi pembentukan karakter,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Prof. Ni’am menegaskan bahwa ketenangan dan keharmonisan hidup hanya dapat dicapai apabila setiap individu memahami peran, tanggung jawab, dan tujuan hidupnya secara utuh.
“Hidup akan menjadi lebih tenang dan harmonis jika setiap individu memahami peran, tanggung jawab, dan tujuan hidupnya,” pungkasnya.
(Miftahul Jannah/Azhar)