Lewati ke konten utama
Jumat, 28 Agustus 2026 / 15 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Presiden Prabowo Sebut Cita-Cita Pendiri NU Buat Bangsa Indonesia Setara dan Terhormat

3 menit baca 90 dibaca
Prabowo Muktamar 1
Presiden RI Prabowo Subianto, saat memberikan sambutan Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Foto: Biro Pers
Bagikan:

Jombang, MUI Digital--Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa cita-cita besar para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) adalah menjadikan bangsa Indonesia bangkit, berdikari, serta berdiri sejajar dan terhormat di antara bangsa-bangsa lain di dunia. 

Hal tersebut disampaikan Presiden saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo menyoroti jejak historis nasionalisme NU yang sudah mengakar kuat jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 1945. Salah satu bukti konkret yang ia garis bawahi adalah karya monumental KH Wahab Hasbullah melalui lagu Syubbanul Wathan (Cinta Tanah Air).

Baca juga: Waketum MUI Kiai Marsudi Dorong Pengesahan UU Perampasan Aset, Ingatkan Pesan Prabowo di Muktamar NU

​"Lagu ini diciptakan belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan. Pada waktu itu kita belum tahu bentuk negara yang diproklamasikan seperti apa, nama negaranya pun belum jelas. Namun, pemimpin religius sudah membuat lagu yang begitu patriotik dan nasionalis," ujar Presiden Prabowo.

Menurutnya, lirik dan semangat dalam Syubbanul Wathan, seperti "Pusaka Hati Wahai Tanah Airku dan Bangkitlah Bangsaku" mencerminkan visi jauh ke depan dari para ulama pendiri organisasi tersebut. ​"Cita-cita pendiri NU sangat jelas: agar bangsa Indonesia bangkit, setara dengan bangsa lain, dan menjadi bangsa yang terhormat. Tidak ada bangsa yang terhormat tanpa kemakmuran, dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan," tegasnya.

Presiden menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah adalah kunci utama untuk mewujudkan stabilitas nasional serta kebangkitan ekonomi. Sebagai pemegang mandat rakyat, Prabowo berkomitmen untuk terus memperkuat dan membedayakan institusi pendidikan serta pesantren di bawah naungan kedua organisasi terbesar di Indonesia tersebut.

Baca juga: Sempat Minta ke Gus Yahya, Prabowo Siap Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU Jika Diberi KTA

​"NU selalu hadir dalam setiap krisis bangsa dan selalu menentukan stabilitas keamanan Indonesia. Kalau bangsa ini mau bangkit dan aman, pemerintah harus selalu dekat dengan NU dan Muhammadiyah. NU kuat artinya Indonesia kuat, NU rukun artinya Indonesia rukun," ujarnya.

Muktamar ke-35 NU dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo  Subianto didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). 

Berdasarkan pantauan MUI Digital di lokasi, sejumlah tokoh penting hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, dan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh.

Turut hadir pula jajaran menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Haji dan Umrah KH Mochammad Irfan Yusuf, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman. 

Kemudiaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti, Menkomdigi Meutya Hafid, Mensesneg Prasetyo Hady, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.