Presiden Prabowo Batal Hadir di Munas XI MUI, Kiai Ma’ruf: Ulama Tidak Boleh Lemas
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID-- Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya telah dijadwalkan akan menghadiri sekaligus membuka secara langsung Munas XI MUI.
Sebelum acara dimulai, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) sudah bersiaga dan menjaga secara ketat pelaksanaan Munas XI MUI. Namun, detik-detik sebelum acara dimulai, Presiden Prabowo dikabarkan tidak jadi hadir dan digantikan dengan Menteri Agama KH Nasaruddin Umar.
Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Ma'ruf Amin menilai ketidakhadiran Presiden Prabowo di Munas XI MUI tidak perlu membuat para ulama menjadi lemas karena sudah berharap.
Sebab, tema Munas XI MUI mengangkat tema mengenai Meneguhkan Peran Ulama Untuk Mewujudkan Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat.
"Saya lihat ketidakhadiran Presiden membuat Ketum MUI, para anggota MUI, yang awalnya semangatnya tinggi sekali, langsung lemas. Justru kita tidak boleh lemas karena judul Munas XI ini adalah meneguhkan peran ulama," kata Kiai Ma'ruf dalam pembukaan Munas XI MUI di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, Kamis (20/11/2025).
Kiai Ma'ruf menjelaskan para ulama memiliki tanggung jawab yang besar yang harus dipikul. Antara lain mengenai tanggung jawab keumatan dan kebangsaan.
"Saya menyebutnya misak rabbani, kita punya tanggung jawab kesepakatan nasional, konsensus nasional dalam membangun negara (misak wathani)," sambungnya.
Hadir sejumlah tokoh nasional dalam pembukaan Munas. Antara lain Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma'ruf Amin, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najmudin, dan Wakil Menteri Agama Romo R Muhammad Syafi'i.
Hadir pula, Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Simanjunak, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof Brian Yuliarto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BIN Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra, Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriono, dan Founder and Chairman CT Choirul Tanjung.
(Sadam/Azhar)