Peserta Pesantren Kilat Ramadhan MUI di DaQu Dibekali Kemampuan Public Speaking
Admin
Penulis
Tangerang, MUI Digital— Kecerdasan intelektual tertinggi adalah komunikasi. Keberhasilan seseorang bisa ditentukan dari caranya berkomunikasi, selain faktor Intelligence Quotient (IQ), emosional, dan spiritual.
"Komunikasi itu bisa interpersonal dan intrapersonal. Seseorang akan berhasil dalam hidupnya ketika dia mampu melakukan two-way traffic communication (komunikasi dua arah)," kata Wakil Sekretaris Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI, Dr Marlinda Irwanti, di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Darul Quran (DaQu), Kota Tangerang, Banten, Rabu (25/2/2026).
Kehadiran Marlinda yang juga Rektor Universitas Sahid Jakarta ke Ponpes Tahfizh DaQu untuk menjadi pemateri mengenai publik speaking dalam acara Pesantren Kilat Ramadgan yang digelar KPK MUI.
"Jadi dia berkomunikasi dengan baik, pahan pesan yang disampaikan, siapa audiensnya, dan efek apa yang ingin ditimbulkan. Jadi bagi seorang ustaz, walau dia hafizh quran, tapi dia harus punya skill komunikasi yang baik sehingga public speakingnya bisa berhasil," kata Marlinda.
Anggota DPR RI 2014-2019 ini mengungkapkan, public speaking juga menjadi salah satu cara menghasilkan pemimpin Indonesia ke depan.
Menurutnya, memahami ilmu public speaking merupakan kunci untuk menjadi pemimpin masa depan.
"Jika pemimpinnya tidak memahami ilmu public speaking maka penyampaiannya tidak tepat, diksinya tidak tepat, pesannya juga tidak tepat. Kalau terjadi miskomunikasi, maka bisa chaos (kisruh) juga kerana ada orang kemudiaan akan mengambil tindakan tidak perlu karena ada miskomunikasi," tegasnya.
Dia menegaskan, kemampuan public speaking sangat penting bagi seorang pemimpin di semua level agar masyarakat bisa memahami pesan yang disampaikan dengan baik, sehingga bisa timbul kepercayaan.
"Jadi kepercayaan muncul karena skill komunikasi. Ketika skill komunikasi buruk, maka kepercayaan juga akan hilang," ujarnya.
Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (KPK) MUI menggelar Pesantren Kilat Ramadhan dengan mengangkat tema "Remaja Berakhlak, Bangsa Bermartabat".
Kegiatan ini rencananya digelar di lima lokasi dengan jumlah peserta mencapai 7.000 orang.
Ketua KPK MUI, Dr Kartini, menjelaskan tema tersebut diangkat agar bisa mendidik dan menumbuhkan karakter, spiritual dan emosional anak-anak dengan baik.
Kartini menambahkan, kegiatan ini terdiri dari berbagai rangkaian acara yang digelar secara hybrid dengan melibatkan siswa atau santri di wilayah Jabodetabek.
"Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mensosialisasikan gerakan makan ikan. Kemudiaan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kwarnas Indonesia," kata Kartini seusai acara Pesantren Kilat Ramadhan MUI di Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran, Kota Tangerang, Banten, Rabu (25/2/2026).
Materi dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan, sambung Kartini, mengenai public speaking, leadhership, hingga entrepreneurship.
Selain itu, ada materi mengenai anti bullying dan bagaimana bermuamalah di media sosial sebagaimana Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017.
Kegiatan Pesantren Ramadhan Kilat MUI di Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran ini dihadiri oleh Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan, Wasekjen MUI Bidang Pendidikan Prof Armai Arief, dan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfizh Darul Quran Ustadz Yusuf Mansur. (Sadam, ed: Nashih)
(Sadam, ed: Nashih)