Muncul Kampanye Negatif tentang Palestina, Kemenlu RI: MUI dan Ormas Islam Wajib Meluruskan
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID– Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengungkapkan banyak propaganda dan kampanye negatif terkait Palestina. Kemenlu RI berharap peran ormas untuk mengukuhkan dukungan terhadap Palestina.
"Apa yang kita lakukan yang relevan dengan teman-teman ormas dan filantropi. Pertama, di Indonesia sendiri kita perlu mengukuhkan dukungan ke Palestina. Banyak propaganda dan kampanye negatif, itu nyata," kata Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Ahrul Tsani Fathurrahman di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (19/2/2025).
Ahrul juga mengungkapkan, kekuatan musuh yakni Israel dan di belakangnya selalu menargetkan Indonesia agar melemahkan dan memutus hubungan dengan Palestina.
"Peran ormas Islam bagaimana mengedukasi, termasuk peran ormas tekanan publik terkait isu Palestina bisa dilakukan dengan melalui kedutaan asing," jelasnya.
Ahrul menuturkan, tekanan tersebut kepada kedutaan asing di Indonesia dalam membela Palestina dalam bentuk pernyataan, surat terbuka dan audiensi.
"Dalam hal ini kedutaan Amerika maupun negara lain yang punya pengaruh terhadap isu Palestina bisa bagaimana menggalang kemanusiaan untuk Palestina," jelasnya.
Kemenlu RI menyampaikan, pihaknya juga membutuhkan berbagai masukan untuk melakukan langkah yang sifatnya strategis dalam diplomasi Indonesia yang dilihat belum dilakukan oleh pemerintah Indonesia.
"Masukan itu sebisa mungkin bisa mempertimbangkan hukum internasional, diplomasi, dan kita terbuka," ungkapnya.
Ahrul menyatakan, ormas dan lembaga filantropi bisa melakukan diplomasi bilateral dengan berkomunikasi dengan pemerintah Palestina melalui kedutaan besarnya di Indonesia.
Selain itu, ormas Islam bisa berbicara dengan negara Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar dan Turki terkait bagaimana Indonesia menyatukan suara dalam mendukung Palestina.
Ahrul menekankan, selama ini pemerintah sudah melakukan diplomasi secara multilateral dengan aktif seperti di PBB, Anggota DK PBB, maupun ICJ.
Menurut Ahrul, solusi moderat yang bisa dilakukan dari isu Palestina dan Israel adalah two state solution. Meski begitu, solusi tersebut juga tidak mudah untuk dilakukan.
"Solusi dua negara yang masih paling relevan ditawarkan meskipun sangat sulit, bagaimana menekankan kedua belah pihak ke meja perundingan," paparnya.
Kegiatan MUI bersama ormas Islam, lembaga filantropi dan aliansi solidaritas pembela Palestina ini bertajuk: Shiyam Ramadhan, Kemanusiaan, dan Kemerdekaan Palestina.
Hadir dalam kegiatan ini Ketua Baznas RI Prof Noor Achmad, Ketua Dewan Pertimbangan MUI 2015-2020 Prof Din Syamsuddin, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Prof Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama Buya Yusnar Yusuf dan Ketua MUI Bidang Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan Prof Utang Ranu Wijaya, Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris. (Sadam/Azhar)