MUI Tegaskan Munajat Bersama Momentum Hadirkan Ketenangan Jiwa di Tengah Musibahv
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital - Ketua Panitia Pelaksana Pengukuhan dan Taaruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2024-2030, H Nusron Wahid menyebut pengukuhan bukanlah sekadar kegiatan seremonial belaka, melainkan momentum untuk meneguhkan jiwa bangsa.
Menurutnya, pengukuhan menjadi momentum untuk menghadirkan ketenangan jiwa di tengah dinamika kehidupan bangsa. Hal ini penting dalam rangka meneguhkan kebersamaan dalam doa dan harapan.
"Acara ini tidak semata-mata seremoni belaka, namun di Masjid Istiqlal ini, kita jadikan sebagai momentum untuk semakin mendekatakan kepada Allah SWT, menghadirkan ketenangan jiwa di tengah dinamika kehidupan bangsa dalam rangka meneguhkan kebersamaan," ujarnya saat menyampaikan sambutan, Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Ketua MUI Bidang Penanggulangan Bencana MUI itu pun menyampaikan, acara ini upaya merespons dinamika kekinian seperti bencana, seperti banjir dan tanah longsor.
Dia pun mengajak jamaah yang hadir untuk mendoakan para korban bencana yang telah wafat sebagai muslim yang syahid dan mendapat tempat surga di sisi Allah SWT.
"Semua ini kita lakukan di tengah kenyataan bahwa bangsa ini sedang menghadapi berbagai ujian dan musibah, banjir bandang, tanah longsor, dan berbagai bencana lainnya yang menimpa saudara kita" kata dia.
Hal itu disampaikan Nusron dalam rangkaian kegiatan “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” yang diperkirakan dihadiri sekitar 50 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia pada Sabtu (7/2/2026) di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran kabinet Merah Putih dan sejumlah Menteri. (Rozi/Azhar)