MUI Dorong Solidaritas Umat Islam Lintas Negara
Jakarta, MUI Digital -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong penguatan solidaritas umat Islam lintas negara dalam merespons berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di dunia. Kepedulian terhadap umat dan masyarakat terdampak konflik dinilai tidak seharusnya terbatas pada satu wilayah, tetapi perlu menjangkau berbagai negara yang membutuhkan perhatian.
Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Dubes Safira Machrusah, mengatakan semangat kemanusiaan perlu dibangun secara menyeluruh, termasuk terhadap masyarakat yang terdampak konflik di Sudan dan Somalia.
Menurutnya, masyarakat Indonesia selama ini lebih banyak mendapatkan informasi mengenai persoalan kemanusiaan di Palestina. Sementara itu, berbagai persoalan kemanusiaan di kawasan Afrika, termasuk Sudan dan Somalia, masih belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.
Baca juga: BKSAP DPR RI Siap Bawa Suara Indonesia untuk Palestina ke Forum Parlemen Internasional
“Ketika kita ngomong humanitarian aid, soal kemanusiaan, itu bukan di salah satu tempat, tapi kita harus melihatnya secara holistik,” ujarnya kepada MUI Digital di Kantor MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (8/9/2026).
Ia menegaskan, solidaritas kemanusiaan perlu diberikan tanpa membedakan lokasi maupun latar belakang masyarakat yang terdampak. Menurutnya, kepedulian tersebut dapat diarahkan kepada negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim maupun negara yang masyarakat Muslimnya merupakan kelompok minoritas.
“Kalau bisa kepedulian kemanusiaan kita harus menyebar ke semuanya, negara-negara Islam yang mayoritas juga, atau bisa jadi ke negara-negara di mana masyarakat Islamnya itu minoritas,” jelasnya.
Baca juga: Di Konferensi Internasional Mufti Dunia, Kiai Cholil Beberkan Konsep Keluarga Tangguh
Safira menilai tumbuhnya kepedulian dan empati lintas negara dapat memperkuat semangat umat Islam untuk bersama-sama membantu mengurai berbagai persoalan yang terjadi di sejumlah wilayah.
“Ketika kepedulian itu kita munculkan, empati terus kemudian semangat untuk memperjuangkan Islam di benua manapun pasti akan termotivasi dan akan bisa membantu mengurai konflik yang terjadi,” katanya.
Dalam konteks tersebut, MUI melihat pentingnya membangun pemahaman masyarakat terlebih dahulu mengenai berbagai konflik dan krisis kemanusiaan yang terjadi di dunia. Edukasi dan literasi dinilai menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian sebelum masyarakat diarahkan pada bentuk dukungan kemanusiaan lainnya.
MUI pun membuka peluang kerja sama dengan lembaga yang memiliki perhatian terhadap persoalan kemanusiaan di Sudan dan Somalia untuk menghadirkan forum diskusi maupun konferensi. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif masyarakat Indonesia mengenai persoalan kemanusiaan global sekaligus mendorong solidaritas umat lintas negara.
Melalui penguatan literasi, edukasi, dan solidaritas tersebut, MUI mendorong agar kepedulian umat Islam terhadap persoalan kemanusiaan dapat terus berkembang dan tidak dibatasi oleh sekat geografis.