Milad Ke-49 MUI, KH Jeje Zaenuddin: Kami Fokus Melindungi Umat dari Seni Budaya yang Dapat Merusak
Junaidi
Penulis
Kiai Jeje menambahkan, seni budaya ada yang dapat merusak akidah, ibadah, dan akhlak bangsa. Oleh karena itu, selain melindungi, pihaknya juga akan mengarahkan dan mendukung tumbuh suburnya seni budaya yang Islami yang dapat membentuk karakter bangsa yang Islami.
Kiai Jeje menuturkan, hal ini merupakan bentuk perkhidmatan dari MUI Bidang Seni, Budaya, dan Peradaban Islam untuk memberikan perlindungan, pengawalan, dan pembelaan terhadap umat dari segala bentuk dan jenis seni budaya yang dapat merusak.
"Banyak hal yang telah dilakukan MUI dalam pengkhidmatannya kepada umat pada aspek seni budaya. Baik yang bersifat bimbingan, arahan, hingga pencegahan," kata Kiai Jeje Zaenuddin kepada MUIDigital, Kamis (11/7/2024) dalam Refleksi Milad ke-49 MUI.
Dalam aspek bimbingan, Ketua Umum PP Persis ini mengatakan, pihaknya telah menerbitkan buku panduan tentang seni menurut Islam. Sementara yang bersifat arahan, pihaknya telah menghimpun para seniman dan budayawan dalam forum diskusi, FGD, dan Multaqo.
"Hingga Kongres Budaya Islam Nasional untuk menjalin komunikasi, tukar informasi, dan menyamakan visi dan persepsi tentang seni budaya Islami sebagai sarana dan media edukasi dalam pembentukan karakter budaya bangsa," paparnya.
Kiai Jeje mengatakan, dalam hal pencegahan, pihaknya telah mengawasi gejala dan kecenderungan munculnya seni dan budaya yang rusak, yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat Indonesia.
"Baik itu yang terdapat pada seni musik, seni sastra, seni film, seni lukis, dan lain sebagainya," tuturnya.
Pada Milad ke-49 MUI, Kiai Jeje nerasa bersyukur atas kiprah dan jasa MUI dalam membela dan menuntun umat serta negara agar tetap berjalan dalam koridor tuntunan agama.
"Berbagai aspek kehidupan umat dikawal dan diarahkan supaya tetap istikomah di jalan Islam. Tidak terkecuali dalam bidang seni, budaya, dan peradaban," ungkapnya.
Ketua MUI Bidang Seni, Budaya, dan Peradaban Islam ini berharap, memasuki usia ke-49, perjuangan MUI akan semakin kokoh, solid, kompak, dan bersatu dalam menunaikan tugas dan fungsinya dalam melindungi agama, umat dan bangsa dari segala hal yang merusak.
"Termasuk di dalamnua semakin kokoh mengawal seni budaya umat dan bangsa," tutupnya.
(Sadam/Din)