Mengapa Umat Dituntut untuk Senantiasa Meneladani Rasulullah SAW?
Admin
Penulis
Foto: freepik
JAKARTA, MUI.OR.ID – Nabi Muhammad SAW adalah teladan agung yang diutus Allah SWT sebagai rahmatan lil ‘alamin.
Anggota Komisi Fatwa MUI Kota Tangerang, KH Achmad Hasanuddin, menegaskan b dalam materi khutbah Jumatnya dikutip MUIDigital, Kamis (4/9/2025) menjelaskan mat Islam perlu meneladani akhlak Rasulullah yang penuh kasih sayang serta mengamalkan ajarannya agar tercipta kehidupan yang damai dan penuh keberkahan.
Dia mengingatkan bahwa Allah SWT menegaskan hal tersebut dalam Alquran yang berbunyi:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat serta banyak mengingat Allah.” (QS Al-Ahzab: 21).
Ayat ini, jelasnya, merupakan landasan kuat bahwa Rasulullah SAW adalah contoh sempurna bagi setiap Muslim dalam seluruh aspek kehidupan.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa misi utama kenabian adalah menebarkan kasih sayang. Hal tersebut ditegaskan dalam firman Allah SWT:
وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ
“Dan tiadalah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam,” (QS Al-Anbiya: 107).
Menurutnya, rahmat yang dibawa Rasulullah SAW berlaku universal, meliputi kaum Muslimin maupun non-Muslim, bahkan seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.
Sifat rahmat ini tampak dari kelembutan beliau dalam berinteraksi, tidak membalas keburukan dengan keburukan, dan senantiasa memilih jalan memaafkan serta memberikan kebaikan. Nabi Muhammad SAW bersabda:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاء
“Orang-orang yang memiliki sifat penyayang akan disayang oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah makhluk yang ada
di bumi, maka makhluk yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR Tirmidzi).
Hadis ini, menurutnya, menjadi pesan penting bahwa kasih sayang adalah fondasi utama ajaran Islam. Dia menambahkan, ketakwaan juga menjadi bekal utama bagi seorang Muslim untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Naba’ ayat 31:
اِنَّ لِلْمُتَّقِيْنَ مَفَازً
“Sungguh, orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan.”
Dia mengajak umat Islam untuk terus menghadirkan Islam sebagai agama yang membawa rahmat.
“Dengan meneladani Rasulullah SAW, umat Islam dapat membangun kehidupan yang penuh kedamaian, menghadirkan kebahagiaan, serta memperoleh keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.” (Miftahul Jannah, ed: Nashih)