Menag Ungkap Alasan MUI Digital Raih Humas Award 2025: Ada Kemajuan dan Peningkatan Signifikan
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital --Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar menyampaikan selamat kepada MUI Digital atas pretasinya meraih Humas Award 2025 yang diinisiasi Kementerian Agama RI.
KH Nasaruddin Umar menyerahkan secara langsung penghargaan tersebut kepada Redaktur MUI Digital Muhammad Fakhruddin dalam kategori media komunitas terbaik.
Seusai acara, dia mengungkap alasan mengapa MUI Digital meraih prestasi sebagai media komunitas terbaik. Dia menjelaskan bahwa MUI Digital mengalami kemajuan dan peningkatan yang siginfikan.
Hal itu yang menjadi pertimbangan dari Kementerian Agama RI untuk memutuskan memberikan penghargaan kepada MUI Digital.
"Selamat ya kepada MUI Digital itu pertanda ada kemajuan dan peningkatan signifikan, kemudian media MUI mendapatkan penghargaan dari Kementerian Agama. Selamat ya," kata dia di Hotel Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025) malam WIB.
Dalam kategori media komunitas terbaik, penghargaan juga diberikan kepada NU Online dan TV Muhamadiyah.
Setelah menyerahkan penghargaan, Menteri Agama memberikan sambutan dengan menyampaikan selamat kepada seluruh pemenang. Menurut dia, wajah para pemenang yang telah naik ke atas panggung merupakan wajah yang pantas ditampilkan.
Dia menekankan pentingnya peran jurnalistik dan kehumasan. Bahkan dalam agama Islam, Allah SWT menulis dua surat, yaitu An Naba dan Al Qalam yang terkait dengan dunia kehumasan dan jurnalistik.
"Tentu dalam agama lain ada apresiasi sendiri yang menjadi juru bicara tuhan dalam memberikan massage. Teman-teman media ini begitu mulia karena kemampuan membuat, mengukur, semua jenis kata-kata, sifat kata-kata, pilihan kata yang ditampilkan," sambungnya.
Kiai Nasaruddin berpesan agar para juara dapat menyampaikan prestasi ini dengan dosis yang wajar. Sebab, jika penyampaiannya berlebihan, khawatir masuk dalam kategori riya atau sombong.
Menag menyampaikan apresiasi kepada media yang terus memberitakan program dan kebijakan Kementerian Agama sehingga dapat diketahui oleh masyarakat luas.
Lebih lanjut, dia menilai kontrol sosial dari media massa menjadi langkah penting agar Kementerian Agama terus menjalankan fungsinya secara transparan, akuntabel, dan efektif.
“Tapi sebagai pejabat publik, jangan takut dikritik, karena lebih banyak orang terorbit karena dikritik, dan lebih banyak orang yang jatuh karena dipuji,” ujar dia.
Selain memberikan kepada media komunitas, Kemenag memberi penghargaan kategori insan pers, sosial media dan website kepada unit di lingkungan Kemenag, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), dan kepada Kanwil Kemenag.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)