Memasuki Musim Hujan Oktober-Maret, LPB-MUI Siaga Bencana Banjir
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID—Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan siaga bencana banjir pada Oktober-Maret saat musim hujan.
Ketua LPB-MUI, Prof Jafar Hafsah, menyampaikan pihaknya sudah menyiapkan peralatan untuk menanggulangi bencana banjir apabila terdapat korban.
Jafar Hafsah menambahkan, peralatan tersebut antara lain perahu karet, jas hujan, ambulan dan peralatan lainnya untuk daerah yang dapat dijangkau seperti Jakarta dan sekitarnya.
"Kita sudah menyiapkan peralatan untuk menanggulangi bencana apabila terdapat korban-korban banjir seperti perahu karet dan ambulan, tentunya hal ini untuk daerah yang dapat dijangkau untuk daerah Jakarta dan sekitarnya," kata Jafar Hafsah kepada MUIDigital, Selasa (22/10/2024).
Lebih lanjut, LPB MUI meminta kepada pemerintah provinsi dan pemerintah daerah untuk melakukan sosialisasi dan peringatan kepada warga untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir dalam menghadapi musim hujan ini.
Jafar mengungkapkan, faktor terbesar terjadinya banjir adalah dari lingkungan sehingga, LPB MUI meminta kepada pemerintah untuk bisa menjaga pohon-pohon dan hutan-hutan di wilayahnya masing-masing.
"Karena hal itu bisa menjadi wadah untuk menahan air ketika turunnya hujan. Hal ini juga dilakukan untuk antisipasi jangka panjang," jelasnya.
Jafar mengingatkan, setiap masuim di Indonesia cukup ekstrim. Hal ini bisa dilihat ketika musim kemarau, berakibat kepada kekeringan. Sementara musim hujan, intensitasnya cukup tinggi sehingga, melampaui batas-batas normal turunnya hujan.
Untuk itu, Jafar mengajak semua pihak untuk mempersiapkan musim hujan ini dengan baik agar tidak ada dampak yang negatif.
Jafar meminta ahar saluran air dapat dibersihkan agar tidak dikotori oleh sampah-sampah yang dapat menyebabkan bencana banjir. (Fadhil/Sadam, ed: Nashih)