KH Marsudi Syuhud: Kontrol Atensi Kunci Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, menegaskan pentingnya kontrol atensi sebagai kunci utama dalam menjalani kehidupan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat dan sulit diprediksi.
Hal tersebut disampaikan KH Marsudi Syuhud yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Uchuwah dalam acara pengajian bulanan Pesantren Darul Uchuwah, yang berlangsung di Jalan Kedoya, Jakarta, Sabtu (4/1/2026).
Dalam pengajian tersebut turut hadir Ketua MUI Bidang Ekonomi Azrul Tanjung serta Bendahara MUI H. Yayat Sujatna, bersama para santri dan jamaah.
KH Marsudi Syuhud menjelaskan bahwa perubahan global saat ini berlangsung sangat dahsyat, khususnya dalam bidang politik dan ekonomi dunia. Ia mencontohkan dinamika geopolitik global seperti kebijakan Amerika Serikat yang menghentikan masuknya barang-barang dari China, yang juga diikuti oleh sejumlah negara Eropa.
“Zaman ini terus berubah dan perubahannya sulit diprediksi. Bahkan riset teknologi dunia untuk 100 hingga 200 tahun ke depan sejatinya sudah ada,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, berbagai riset teknologi mutakhir telah dilakukan, termasuk proyek sejumlah negara yang berencana memanfaatkan sinar matahari dari luar angkasa untuk dijadikan energi dan disalurkan ke berbagai negara. Selain itu, KH Marsudi juga menyinggung keberhasilan Arab Saudi dalam menciptakan hujan buatan sehingga wilayah yang tandus dapat menjadi hijau.
Namun di balik kemajuan tersebut, KH Marsudi mengingatkan adanya dampak sosial yang serius. Salah satunya adalah meningkatnya angka perceraian di Indonesia akibat tekanan ekonomi, sebagaimana data yang dirilis Kementerian Agama.
“Ketika masalah hidup datang begitu cepat, pertanyaannya adalah apa yang paling kita butuhkan?” tuturnya.
Mengutip hasil riset Napoleon Hill terhadap 500 tokoh besar dunia, KH Marsudi menekankan bahwa faktor utama yang membuat seseorang atau sebuah bisnis mampu bertahan adalah kemampuan mengontrol atensi.
“Kontrol atensi adalah bentuk disiplin yang sangat tinggi, yaitu tindakan mengoordinasikan seluruh kemampuan pikiran dan mengarahkannya pada satu tujuan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam organisasi maupun kehidupan pribadi, kegagalan sering terjadi karena tidak adanya kontrol atensi dan disiplin yang kuat. Tanpa fokus, pikiran seseorang akan mudah terpecah dan sulit disatukan.
“Kalau ingin berbisnis, jangan ganti-ganti arah. Dalam sebuah riwayat dari Abdullah bin Mas’ud disebutkan, betapa banyak orang yang disesatkan secara bertahap melalui kenikmatan,” ujarnya.
Menurut KH Marsudi, banyak orang merasa sedang menikmati kehidupan, padahal sejatinya sedang terperdaya oleh kenikmatan dunia. Godaan pujian, kenyamanan, dan kesenangan sering kali membuat seseorang lalai dari tujuan hidup yang hakiki.
“Betapa banyak orang tertipu oleh dunia hingga lupa akhirat. Karena itu, kontrol atensi menjadi disiplin tertinggi dalam hidup,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan harus dijalani dengan keseriusan, penuh perhitungan risiko, serta fokus pada tujuan yang benar.
“Inti kehidupan ini adalah kontrol atensi dan fokus pada apa yang harus kita lakukan. Jangan main-main dengan hidup,” pungkasnya.
(Junaidi ed: Muhammad Fakhruddin)