Lewati ke konten utama
Sabtu, 26 September 2026 / 14 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Salamun Ali, Sekretaris Sektor 7
Sekretaris PPIH Sektor 7 Misfalah, Salamun Ali Muaz. Foto: MCH
Berita

Kesigapan Petugas Merespons Keluhan Air Hotel Mati

Kesigapan Petugas Merespons Keluhan Air Hotel Mati

/ 20 Dzulqa'dah 1447 H 2 menit baca 1.023 dibaca

Laporan langsung MUI Digital, dari Makkah, Arab Saudi

Makkah, MUI Digital – Respons cepat ditunjukkan petugas haji di Sektor 7 Misfalah, Makkah, saat menerima laporan terkait matinya aliran air di Al Asalah Al Bakiyah Hotel (hotel nomor 714), Selasa (5/5/2026) dini hari.

Sekretaris PPIH Sektor 7 Misfalah, Salamun Ali Muaz, menjelaskan bahwa laporan gangguan air diterima sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim pendukung PPIH serta pengelola hotel agar permasalahan segera diatasi.

“Begitu ada laporan, kami langsung hubungi pihak terkait dan minta segera ditangani. Tidak boleh berlama-lama,” ujar Salamun kepada Media Center Haji (MCH).

Hotel berkapasitas 1.754 orang tersebut saat ini dihuni oleh tiga kelompok terbang (kloter) jamaah, di antaranya kloter 1 dan 2 Embarkasi Yogyakarta (YIA).

Berkat koordinasi intensif antara petugas sektor dan pengelola, aliran air di hotel tersebut berhasil kembali normal sebelum waktu salat dhuhur.

Keluhan jamaah juga sempat disampaikan langsung kepada petugas saat kegiatan visitasi dan edukasi (visduk) oleh tim pembimbing ibadah (bimbad) PPIH Daerah Kerja Makkah.

Salamun menegaskan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran sektor untuk merespons cepat setiap laporan jamaah.

Ia juga memastikan bahwa sebelum ditempati, setiap hotel telah melalui proses pemeriksaan menyeluruh. “Kami punya checklist pemeriksaan, mulai dari tandon air, genset, hingga fasilitas di dalam kamar, termasuk sanitasi dan kran air. Semua kami pastikan berfungsi dengan baik,” jelasnya.

Jika ditemukan fasilitas yang tidak layak, tim sektor tidak akan merekomendasikan hotel tersebut untuk ditempati jamaah.

Lebih lanjut, Salamun menyebutkan bahwa setiap kendala akomodasi yang terjadi akan dicatat dan dikoordinasikan dengan seksi akomodasi di Daerah Kerja Makkah sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan haji di masa mendatang. “Semua persoalan menjadi catatan penting untuk perbaikan layanan ke depan,” kata dia.

BAGIKAN: