Jadi Tuan Rumah Pra-KUII VIII MUI, STMIK AMIK Siapkan 30 Beasiswa Dukung Santripreneur MUI
Bandung, MUI Digital – STMIK AMIK Bandung sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan Multaqa Ru'asa' al-Ma'ahid II yang digelar oleh Komisi Pesantren Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Sabtu (18/7/2026).
Sejalan dengan ditunjuknya kampus sebagai mitra strategis program Santripreneur dari Komisi Pesantren MUI, STMIK AMIK Bandung menyatakan komitmen penuhnya dalam mengimplementasikan transformasi digital di ekosistem pesantren.
Diproyeksikan dalam rencana kolaborasi dengan Baznas RI, STMIK AMIK Bandung secara resmi menyiapkan 30 kuota beasiswa pendidikan khusus bagi para santri.
Program beasiswa ini bertujuan untuk secara langsung mencetak tenaga-tenaga santripreneur (wirausaha dari kalangan santri) yang mumpuni, mandiri, dan melek teknologi digital.
Melalui program pendidikan berbasis teknologi yang diberikan selama masa kuliah, para santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki keahlian komputasi, pengembangan perangkat lunak, dan literasi digital untuk mengembangkan inkubasi bisnis di pondok pesantren masing-masing.
Kolaborasi antara STMIK AMIK Bandung, Baznas RI, MUI, dan instansi-instansi terkait diharapkan dapat menjadi blueprint percontohan nasional dalam pemberdayaan sumber daya manusia unggul dari lingkungan pondok pesantren menuju kemandirian ekonomi menyongsong era society 5.0.
Baca juga: Pra-KUII VIII, MUI Dorong Transformasi Kemandirian Ekonomi Pesantren yang Adaptif Zaman
Sementara itu, Multaqa Ruasa’ Al-Ma’ahid II merupakan bagian dari rangkaian menuju agenda penting Pra Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII yang mengusung tema "Analisis Potensi dan Inkubasi Bisnis Pondok Pesantren."
Forum strategis ini mempertemukan para pimpinan pondok pesantren, akademisi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi ini bertujuan untuk membahas langkah dan strategi penguatan kemandirian ekonomi pesantren lintas sektor, yang salah satu fokus utamanya adalah pemanfaatan teknologi digital secara maksimal.
Di sela-sela penyelenggaraan kegiatan tersebut, STMIK AMIK Bandung juga menandatangani kerja sama dengan Asuransi Jasa Raharja Putera yang akan memberikan perlindungan asuransi secara menyeluruh bagi semua mahasiswa STMIK AMIK Bandung.
Sekretaris Komisi Pesantren MUI, Muhammad Iqbal, mengatakan bahwa penyelenggaraan Multaqa Ru'asa al-Maahid II merupakan upaya serius MUI dalam mempersiapkan dan mematangkan rekomendasi strategis menjelang KUII VIII, khususnya di bidang pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren.
"Alhamdulillah, hari ini Komisi Pesantren MUI mengadakan Multaqa yang kedua dalam rangka menyambut KUII VIII. Tema utama kali ini adalah kemandirian ekonomi pesantren," ujar Iqbal.
Iqbal juga memaparkan bahwa salah satu program yang saat ini tengah disiapkan adalah membangun sinergi antara pesantren dengan lintas kementerian.
Sinergi ini akan difokuskan pada pemanfaatan lahan-lahan potensial milik pesantren untuk menanam berbagai komoditas produktif yang bernilai ekonomi. Selain itu, Komisi Pesantren MUI turut menggagas program besar Santripreneur yang langsung menggandeng STMIK AMIK Bandung sebagai mitra teknologi.