Lewati ke konten utama
Jumat, 25 September 2026 / 13 Rabiul Akhir 1448 H
Jadwal memuat...
Khutbah Jumat: Mengambil Ibrah Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Rabiul Akhir
Foto: Pinterest
Khutbah

Khutbah Jumat: Mengambil Ibrah Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Rabiul Akhir

Khutbah Jumat: Mengambil Ibrah Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Rabiul Akhir

/ 13 Rabiul Akhir 1448 H 6 menit baca 112 dibaca
Admin

Oleh: Admin

Admin Admin Editor: Admin

Oleh: Drs KH Amin Munawar, M.A, Ketua 1 MUI Kota Tangerang

Khutbah I

الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُه

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا سُبُلَ السَّلَامِ وَأَفْهَمَناَ بِشَرِيْعَةِ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ ذُوالْجَلَالِ وَالْاِ كْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الَلّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلٰى يَوْمِ الدِّ يْنِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيٰٓاَيُّهَا الْإِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قاَلَ تَعَالٰى فِى الْقُرْآنِ  الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: (يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا).

وقال اللّٰهُ تَعَالَى أَيْضًا: (هُوَ الَّذِيْٓ اَخْرَجَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِاَوَّلِ الْحَشْرِۗ مَا ظَنَنْتُمْ اَنْ يَّخْرُجُوْا وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ مَّانِعَتُهُمْ حُصُوْنُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَاَتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوْا وَقَذَفَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَيْدِى الْمُؤْمِنِيْنَۙ فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ).

Hadirin Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT,

Melalui mimbar khutbah Jumat singkat siang hari ini, marilah kita hubungkan jiwa dan raga kita kepada Allah SWT, karena atas segala limpahan anugerah dan percikan rahmat, serta karunia Allah yang senantiasa dicurahkan kepada kita, yang alhamdulillah sampai detik yang berbahagia ini, tiada kata yang paling indah yang dapat kita ucapkan dan tiada ungkapan yang paling indah yang dapat kita ungkapkan, melainkan ucapan dan ungkapan penuh rasa syukur kepada Allah SWT.

Alhamdulillah, kita dapat duduk simpuh penuh dengan khidmat, ikhlas, dan rela meninggalkan semua dan segala aktivitas kita, kesibukan kita, waktu istirahat kita, tugas pokok penting dan berbagai hal lainnya.

Semua itu kita tinggalkan dengan niat suci, langkah suci, dan pakaian kia serba suci, kemudian kita tundukan kepala kita di tempat yang suci dan mulia ini dalam rangka berdialog langsung dengan yang Maha Suci melalui shalat Jumat di siang hari ini. Semoga shalat Jumat kita dan termasuk ibadah-ibadah lain, baik fardhu maupun sunnah, senantiasa diterima Allah SWT.

Selanjutnya, semoga shalawat serta salam senantiasa dilimpahkan kepada kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan kepada para sahabatnya, serta kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat, baik mereka yang masih hidup maupun yang telah mendahului kita.

Dan satu hal yang tak henti-hentinya khatib akan selalu berpesan kepada kita semua: marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah dengan senantiasa bersungguh-sungguh melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hadirin Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT,

Ketahuilah, bahwa bulan Rabiul Akhir bukanlah bulan biasa. Bulan ini adalah bulan yang mengandung sejarah, bulan yang mengandung nilai historis, bulan yang tidak akan pernah terlupakan oleh umat Islam, karena betapa pentingnya peristiwa yang terjadi pada bulan Rabiul Akhir ini.

Dalam sejarah, disebutkan bahwa bulan Rabiul Akhir menyimpan sejarah penting, seperti turunnya surat Al-Hasyr dan terjadinya Perang Buhran.

Adapun pelajaran utamanya yang bisa dipetik nantinya adalah tentang kewaspadaan terhadap pengkhianatan, pentingnya persatuan, ketegasan dalam kebenaran, serta keadilan dalam memimpin.

Yang jelas, bulan Rabiul Akhir memotivasi umat untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun peradaban yang berkeadilan.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Salah satu peristiwa besar di bulan ini adalah turunnya surat Al-Hasyr. Surat ini diwahyukan berkaitan dengan pengusiran kaum Yahudi bani Nadhir dari Madinah setelah mereka berkhianat dan mencoba membunuh Nabi. Ini mengajarkan kita untuk waspada terhadap kemunafikan dan pengkhianatan dari dalam (musuh dalam selimut).

Allah SWT berfirman:

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَخْرَجَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنْ أَهْلِ ٱلْكِتَٰبِ مِن دِيَٰرِهِمْ لِأَوَّلِ ٱلْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنتُمْ أَن يَخْرُجُوا۟ ۖ وَظَنُّوٓا۟ أَنَّهُم مَّانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم مِّنَ ٱللَّهِ فَأَتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا۟ ۖ وَقَذَفَ فِى قُلُوبِهِمُ ٱلرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِأَيْدِيْهِمْ وَأَيْدِى ٱلْمُؤْمِنِيْنَ فَٱعْتَبِرُوا۟ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَبْصَٰرِ

“Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (QS: AL-Hasyr: 2)

Dari sini umat Islam harus belajar untuk selalu waspada (paham kerja intelijen/analisis situasi) dan menjaga persatuan kaum muslimin, serta meyakini bahwa tipu daya musuh akan dikembalikan kepada musuh mereka sendiri.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Peristiwa besar yang kedua adalah terjadinya Perang Buhran. Perang ini merupakan ekspedisi militer yang terjadi di wilayah Buhran pada tahun 3 Hijriyah.

Pada saat itu, Rasulullah SAW mendapat informasi tentang rencana Bani Sulaim yang berpotensi mengancam keamanan kaum muslimin. Beliau kemudian berangkat bersama sekitar 300 sahabat menuju Buhran untuk memastikan keadaan tersebut.

Namun, setibanya di Buhran, Bani Sulaim telah berpencar sehingga tidak terjadi pertempuran. Rasulullah SAW pun kembali ke Madinah tanpa pertumpahan darah. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak bertindak gegabah dalam menghadapi ancaman, tetapi memastikan keadaan terlebih dahulu dan tidak memaksakan peperangan ketika tidak diperlukan.

Dari peristiwa ini kita belajar pentingnya tabayyun, kehati-hatian, dan pengendalian diri. Di tengah derasnya arus informasi, jangan mudah percaya dan jangan tergesa-gesa menyebarkan berita yang belum jelas. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa menjaga kedamaian dan mencegah konflik juga merupakan bentuk keberanian dan akhlak mulia.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Kita harus memahami dengan benar bahwa peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah adalah bukan memulai perang. Namun peperangan yang dilakukan oleh Nabi adalah dalam rangka membela diri.

Saat di Makkah, Allah SWT malah memerintahkan Nabi untuk tidak melawan. Namun setelah hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad dan pengikutnya diizinkan untuk berperang melawan orang-orang yang selama ini memerangi kaum muslimin. Hal ini ditegaskan dalam surat Al-Hajj ayat 39:

اُذِنَ لِلَّذِيۡنَ يُقٰتَلُوۡنَ بِاَنَّهُمۡ ظُلِمُوۡا‌ ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصۡرِهِمۡ لَـقَدِيۡرُ

“Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa membela mereka.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Selain untuk membela diri, terjadinya peperangan di zaman Nabi adalah untuk memberi pelajaran terhadap musuh yang mencari gara-gara atau bersekongkol mengganggu umat Islam meskipun sudah ada perjanjian atau kerja sama. Peperangan itu adalah untuk melakukan penertiban atau penghukuman agar perjanjian yang telah dilakukan tidak dilanggar.

Di samping itu, peperangan di zaman nabi juga terjadi guna menggagalkan rencana musuh yang mengancam keselamatan kaum muslim.

Hadirin Sidang Jumat yang Dirahmati Allah SWT,

Selain diizinkannya Nabi Muhammad berperang dalam rangka membela diri, Allah juga telah menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad untuk menjadi pelindung semua golongan termasuk mereka yang berbeda agama. Hal ini termaktub dalam surat At-Taubah ayat 6:

وَاِنْ اَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِيْنَ اسْتَجَارَكَ فَاَجِرْهُ حَتّٰى يَسْمَعَ كَلٰمَ اللّٰهِ ثُمَّ اَبْلِغْهُ مَأْمَنَهٗۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُوْنَࣖ 

“Jika seseorang di antara orang-orang musyrik ada yang meminta pelindungan kepada engkau (Nabi Muhammad), lindungilah dia supaya dapat mendengar firman Allah kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengetahui.”

Ma’syiral Muslimin Rahimakumullah,

Kenapa kita perlu mengambil pelajaran atau ibrah dari peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di masa lalu? Tidak lain adalah sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.

Kesuksesan yang terjadi dalam sejarah perlu dicontoh dan diwujudkan dalam kehidupan saat ini, sementara kegagalan dalam sejarah harus menjadi pelajaran dan diusahakan dengan sekuat tenaga untuk tidak terulang kembali.

Semoga hadirnya bulan Rabiul Akhir ini menjadi momentum untuk terus belajar dari sejarah dan memahaminya dengan benar. Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang-orang yang sukses dalam mengarungi kehidupan ini dengan belajar dari sejarah. Amin

Demikian khutbah Jumat yang bisa khatib sampaikan. Semoga bisa membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua, dan semoga kita digolongkan Allah sebagai hamba yang istiqamah dalam menjalankan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya. Amin ya Rabbal ‘alamin.  

بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

BAGIKAN: