Lewati ke konten utama
Jumat, 30 Oktober 2026 / 19 Jumadil Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Khutbah Jumat: Merawat Alam, Menghormati Makhluk Allah
Foto: Pinterest
Khutbah

Khutbah Jumat: Merawat Alam, Menghormati Makhluk Allah

Khutbah Jumat: Merawat Alam, Menghormati Makhluk Allah

/ 18 Jumadil Awal 1448 H 6 menit baca 106 dibaca
Admin

Oleh: Admin

Admin Admin Editor: Admin

Oleh: Ustadz Syarif Hidayatullah, SHI, C.LQ, C.SQM, Ketua Komisi Infokom MUI Kota Tangerang

Khutbah I

الَسَّلامُ عَليْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

 اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الْعَلِيمِ الْخَبِيرِ، السَّمِيعِ الْبَصِيرِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِّرَاجُ الْمُنِيْرُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ.

 أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: (هُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ فِى الْاَرْضِۗ فَمَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهۗ وَلَا يَزِيْدُ الْكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ اِلَّا مَقْتًاۚ وَلَا يَزِيْدُ الْكٰفِرِيْنَ كُفْرُهُمْ اِلَّا خَسَارًا).

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Sebagai wujud syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang tak terhingga yang dianugerahkan kepada kita—baik nikmat sehat wal afiyat, nikmat panjang umur, nikmat istiqamah dalam beribadah kepada Allah, nikmat berpegang kepada sunnah-sunnah Rasul-Nya, dan nikmat yang terbesar yang Allah berikan kepada kita yaitu nikmat iman dan Islam—marilah terus kita tingkatkan ibadah agar semakin berkualitas.

Dengan adanya nikmat iman dan Islam tersebut, sekecil atau sedikit apa pun yang kita lakukan dalam bentuk kebaikan dan ketaatan, tentu akan tetap berarti di sisi Allah. Namun sebaliknya, tanpa adanya nikmat iman dan Islam yang Allah karuniakan, sebanyak dan sebesar apa pun kebaikan yang kita lakukan, tidaklah akan bernilai di sisi Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anbiya ayat 93:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَانَ لِسَعْيِهِ وَإِنَّا لَهُ كَاتِبُونَ

“Maka barang siapa yang mengerjakan amal saleh, sedang ia beriman, maka tidak ada pengingkaran terhadap amalannya itu dan sesungguhnya Kami menuliskan amalannya itu untuknya.”

Oleh karena itu, marilah bersama-sama kita berusaha dan berupaya untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Begitu juga kita tingkatkan kualitas pemahaman ilmu agama kita, agar ibadah kita mendapatkan predikat ibadah yang sah, ibadah yang terpenuhi syarat dan rukunnya yang diterima Allah SWT. Sebab hal itu penting sekali, sebagaimana perkataan Ibnu Ruslan dalam kitab Zubad:

فَكُلُّ مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

“Maka setiap orang yang beribadah tanpa berlandaskan ilmu, ibadahnya akan tertolak, tidak akan diterima.”

Dengan ketakwaan dan amal saleh yang kita lakukan, Allah tentu akan senantiasa membersamai kita dengan pertolongan dan petunjuk-Nya. Sebagaimana dinyatakan dengan tegas dalam firman-Nya:

اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَّالَّذِيْنَ هُمْ مُّحْسِنُوْنَ

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. An-Nahl: 128)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Syukur Alhamdulillah, kita semua hidup di dunia ini tidak bisa lepas dari alam dan lingkungan yang telah Allah ciptakan sebagai amanah bagi kita. Kehadiran alam memungkinkan kita dan seluruh makhluk lain yang ada di muka bumi ini bisa melangsungkan hidup. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menjaga dan merawatnya dengan penuh tanggung jawab.

Dalam menjaga lingkungan tersebut, Rasulullah telah memberi contoh konkret. Pada zaman beliau, sudah ada sebuah kawasan khusus yang dilindungi untuk melestarikan lingkungan sekaligus bentuk konservasi alam. Kawasan tersebut bernama Hima, sebuah kawasan cagar alam di mana ada larangan merusaknya, termasuk larangan menggembala unta dan kambing di dalamnya.

Pada masa itu Nabi memerintahkan para sahabat untuk menjaga Kawasan Hima di sekitar Madinah guna melindungi lembah, padang rumput, dan tumbuhan yang ada di dalamnya. Kawasan ini tidaklah dimiliki oleh perorangan melainkan milik umum. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari:

 لاَ حِمَى إِلاَّ لِلّٰهِ وَلِرَسُولِهِ

 “Tidak ada Hima kecuali milik Allah dan Rasul-Nya.”

Rasulullah pun menyebut bahwa kawasan Hima yang di dalamnya dipenuhi dengan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan vegetasi, sebagai daerah atau tempat tinggal yang paling menyenangkan jika saja tidak banyak ular di dalamnya.

Ini menggambarkan bahwa daerah hijau penuh dengan tumbuh-tumbuhan menjadi idaman untuk menjadi tempat tinggal di tengah gersangnya Kawasan Jazirah Arab.  

Lalu bagaimana dengan konteks Indonesia? Sudah sepatutnya kita, bangsa Indonesia yang tinggal di daerah tropis dan dianugerahi dengan kesejukan udara serta banyak pepohonan, untuk senantiasa bersyukur dengan menjaga alam ini.

Jangan sampai kita merusak alam sekitar yang nyaman kita tempati ini dengan perilaku buruk seperti menebang pohon, membuang sampah sembarangan, dan aktivitas lain yang bisa mengganggu keseimbangan alam. 

Allah sudah mengingatkan bahwa jika alam dirusak, maka dipastikan akan terjadi bencana yang ditimpakan kepada umat manusia akibat ulah mereka. Hal ini sebagaimana termaktub dalam Alquran, surat Ar-Rum ayat 41:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali ke jalan yang benar.”

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Dalam tafsir Al-Munir juz 9 halaman 105, Syekh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan bahwa kerusakan tersebut adalah ketidakseimbangan yang mencakup berbagai aspek kehidupan. Mulai dari kekeringan, musim paceklik, berkurangnya tumbuhan, merebaknya kebakaran, tenggelamnya sesuatu, perampasan harta secara zalim, hingga meluasnya mudarat dan berkurangnya manfaat.

Selain itu, ayat tersebut juga merupakan peringatan dari Allah agar kita semua senantiasa bisa menjaga alam ini dengan baik dan penuh tanggung jawab. Hal ini dilakukan demi terciptanya keseimbangan alam dan keberlangsungan hidup semua makhluk, termasuk kita semua dan generasi yang akan datang.

Di sisi lain, Rasulullah SAW juga menegaskan tentang pentingnya menjaga dan merawat alam dengan menyebutnya sebagai bagian dari amal kebaikan yang bernilai ibadah.

Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ، أَوْ إِنْسَانٌ، أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih, lalu dimakan burung, manusia, atau hewan, melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Menurut Imam al-Munawi dalam kitab Faidhul Qadir, juz 5, halaman 633, hadis tersebut menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah yang bernilai pahala.

Artinya, setiap Muslim yang menanam tanaman atau pohon, kemudian tanaman atau pohon itu dimanfaatkan oleh burung, manusia, atau hewan, maka semua itu dicatat sebagai sedekah bagi orang yang menanamnya. Bahkan jika hasil tanaman itu dicuri, tetap bernilai pahala bagi penanamnya. 

Hal ini menunjukkan bahwa agama Islam sangat menekankan pentingnya merawat dan melestarikan alam dan lingkungan. Setiap sesuatu yang bisa memberi manfaat bagi makhluk hidup akan kembali menjadi amal kebaikan.

Dengan demikian, menjaga alam bukan hanya tanggung jawab sosial, tetapi juga menjadi jalan untuk meraih keberkahan hidup di dunia dan pahala di akhirat.

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Menjaga alam merupakan investasi masa depan yang sangat bermanfaat bagi peradaban. Tidak hanya itu, menjaga alam juga merupakan wujud menjaga hubungan baik dengan alam yang akan mendapatkan ganjaran dari Allah SWT. Menjaga di sini tidak hanya dalam bentuk yang besar, bahkan perkara kecil yang dilakukan terkait dengan menjaga keseimbangan alam pun juga akan mendapatkan balasan pahala dari Allah. Sebagaimana dalam hadis Nabi dicontohkan, seperti halnya perkara menyingkirkan duri di tengah jalan.

Rasulullah SAW bersabda:

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ وَجَدَ غُصْنَ شَوْكٍ عَلَى الطَّرِيْقِ فَأَخَّرَهُ، فَشَكَرَ اللّٰهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ

“Ketika seorang laki-laki berjalan pada suatu jalan dan menemukan dahan berduri lalu ia membuangnya maka Allah menyanjungnya dan mengampuni dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ma’asyiral Muslimin Jamaah Shalat Jumat Rahimakumullah,

Demikianlah khutbah Jumat singkat yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini. Semoga kita semua dapat menjalankan amanah ini dengan penuh kesadaran dan rasa tanggung jawab sehingga tercipta lingkungan yang bersih, sehat, dan penuh keberkahan bagi kita semua dan bagi generasi yang akan datang. Amin ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَتَقَبَّلَ اللّٰهُ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Google Ads
BAGIKAN:
Google Ads