Lewati ke konten utama
Selasa, 7 Juli 2026 / 21 Muharam 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

IsDF-MUI Sosialisasikan Program Filantropi dan Rumah Subsidi Khusus Dai di Ponpes Mufidah Santi Asmoro Majalengka

6 menit baca 759 dibaca
IsDF MUI
Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Sosialisasi Gerakan Filantropi Islam MUI dan Program Rumah Subsidi bagi Dai dan Guru Ngaji di Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Majalengka, Sabtu (24/5/2026). Foto: istimewa
Bagikan:

Majalengka, MUI Digital — Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, Kabupaten Majalengka, menjadi pusat kegiatan strategis umat Islam pada  Sabtu (23/5/2026), saat digelarnya acara bertajuk “Sosialisasi Penguatan Program Filantropi MUI dan Sosialisasi Rumah Subsidi bagi Da’i di Lingkungan MUI”. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama resmi antara Islamic Dakwah Fund (IsDF) MUI Pusat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, BP TAPERA dan BSN yang diselenggarakan sebagai wujud nyata kepedulian dan dukungan terhadap kesejahteraan para pelaku dakwah di daerah. 

Kegiatan dimulai pukul 14.00 WIB dengan pendaftaran peserta, dilanjutkan dengan pembukaan, penyampaian lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an sebagai pembuka berkah seluruh rangkaian acara.

Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri langsung oleh jajaran pemimpin nasional maupun daerah, antara lain: Ketua MUI Bidang Filantropi Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A, Ketua Islamic Dakwah Fund MUI (IsDF-MUI) Hj. Trisna Ningsih Yuliati, S.E., M.M., Pimpinan BAZNAS RI Hj. Saidah Sakwan, MA., Bupati Kabupaten Majalengka Drs. H. Eman Suherman, M.M, serta Pimpinan Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo K.H. Asep Zaki Mulyanto. Turut hadir pula Wakil Sekretaris Jenderal MUI  Dr. K.H. Arif Fahrudin, MA. dan Ketua MUI Kabupaten Majalengka Drs. K.H. Anwar Sulaiman, M.M.Pd, serta ratusan Da’i dan pengurus MUI se-Kabupaten Majalengka.

Baca juga: SMK Mathla'ul Anwar Lebak Jadi Lokasi IsDF MUI Sembelih Sapi Kurban dari Wapres, Kapolri dan Chairul Tanjung

Dalam sesi sambutan, Pimpinan Pondok Pesantren Mufidah Santi Asromo, K.H. Asep Zaki Mulyanto, mengungkapkan rasa syukur dan kehormatan atas kepercayaan menjadi tuan rumah kegiatan penting ini. “Kehadiran para pemimpin umat dan program strategis ini menjadi bukti bahwa dakwah bukan hanya soal menyampaikan ilmu, tetapi juga menjamin kesejahteraan para penyebarnya. Semoga tempat ini menjadi sarana berkah bagi kemajuan umat,” ujar beliau.

Ketua IsDF-MUI, Hj. Trisna Ningsih Yuliati, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan hari ini bukannya sekadar sosialisasi, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem kepedulian umat yang nyata terukur dan berkelanjutan, bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghandirkan kebermanfaatan dan menjaga martabat umat.

Zakat, infak, sedekah dan wakaf adalah instrumen peradaban, ketika dikelola secara amanah dan profesional, ia mampu menjadi kekuatan besar untuk pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan hingga kesejahteraan para pejuang dakwah, kegiatan ini bukan sekedar menjelaskan bahwa IsDF dibentuk untuk memperkuat dukungan sistemik terhadap dunia dakwah. “Kami ingin memastikan bahwa para da’i yang berjuang di garis depan pembinaan masyarakat mendapatkan dukungan yang layak, agar pengabdiannya dapat berjalan terus-menerus dan berkelanjutan,” tegasnya.

Baca juga: IsDF Dorong Sinergi Filantropi, 24 LAZ Nasional Siap Berkolaborasi dengan MUI

Pemerintah daerah memberikan apresiasi tinggi melalui sambutan Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M. “Ulama dan da’i adalah mitra terpenting pemerintah dalam menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat. Program rumah subsidi dan penguatan filantropi ini adalah terobosan brilian. Pemerintah Kabupaten Majalengka siap mendukung penuh agar program ini berjalan lancar dan bermanfaat seluas-luasnya," ujarnya.

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang bidang pembinaan Kelembagaan, Hj. Saidah Sakwan, MA., yang menegaskan komitmen BAZNAS RI dalam mendukung program kemanusiaan dan dakwah. “Dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola BAZNAS memiliki prioritas utama untuk kesejahteraan Da’i dan pendidik agama. Sinergi dengan MUI melalui IsDF adalah langkah tepat agar manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh mereka yang berhak,” jelasnya.

Disampaikan pula kita harus berpihak kepada para tafakuh fiddin, yaitu orang-orang yang menjaga seluruh dedikasinya untuk perjuangan islam, untuk perjuangan keagamaan, dan ini yang menjadi sokong guru Indonesia. dan itu pula yang menjadi komitmen basnas selama ini, dan secara khusus sebagai apresiasi pada pesantren Mufidah Santi Asromo pertama akan memberikan. program Z-Mart  Pesantren senilai 50 juta rupiah, yang bisa dikelola oleh para santri dan untuk melayani santri dan ustadz serta ustadzah, dan kedua scara khusus pula untuk mendukung inisiatif akses rumah yang layak kepada guru ngaji, BAZNAS RI memberikan modal program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) sebanyak 5 rumah dan diharapkan dari Baznas Provinsi dan Kabupaten masing-masing 5 rumah, yang setiap rumah mendapatkan support  sebesar 25 Juta rupiah.

Acara ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh Ketua MUI Kabupaten Majalengka, Drs. K.H. Anwar Sulaiman, M.M.Pd, yang berdoa agar seluruh program yang telah disosialisasikan dapat terlaksana dengan baik, berkah, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh umat, khususnya para pelaku dakwah.

Memasuki sesi inti sosialisasi, materi pertama disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Filantropi, Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., yang menyampaikan materi Penguatan Filantropi Islam di Lingkungan MUI. Beliau menjelaskan bahwa filantropi Islam bukan sekadar berbagi, melainkan instrumen strategis pembangunan umat.

“Pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. IsDF MUI hadir untuk mengintegrasikan potensi dana sosial agar bisa menjangkau sektor dakwah, pendidikan, dan kesehatan. Kerja sama dengan BAZNAS RI adalah wujud nyata kekuatan kolektif umat untuk saling menopang,” tegas Prof. Noor Achmad.

 Pemateri kedua adalah Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Dr. K.H. Arif Fahrudin, MA., yang menguraikan secara rinci mengenai Program Rumah Subsidi untuk Da’i dan Guru Ngaji. Dalam paparannya, dijelaskan tujuan, sasaran, persyaratan, mekanisme pengajuan, hingga skema pembiayaan yang sangat ringan dan bersubsidi. Program ini dirancang khusus agar para Da’i yang belum memiliki hunian layak dapat memiliki rumah dengan mudah dan terjangkau. Para peserta sangat antusias menyimak dan mencatat informasi teknis yang disampaikan.

Pemateri ketiga disampaikan oleh Bapak Andri dari BSN KC Cirebon, menjelaskan tentang Fitur Produk Pembiayaan KPR Sejahtera, diri DP harga limit 1%, Margin tetap 5% Maksimal jangka waktu 20 tahun dengan besaran angsuran terjangkau dimulai dari satu jutaan hingga lunas, ditambah gratis premi asuransi dan PPN.

Selama sesi sosialisasi yang berlangsung hingga pukul 15.25 WIB dan dipandu oleh moderator H. Jojo Sutisna, para peserta diberi kesempatan bertanya, berkonsultasi, dan berdiskusi langsung dengan para narasumber. Suasana diskusi berjalan hangat dan penuh harap, di mana banyak da’i mengungkapkan rasa syukur atas perhatian besar ini. 

Salah satu peserta mengungkapkan, “Selama ini kami berdakwah dengan sekuat tenaga, dan hari ini kami merasa diperhatikan dan dihargai. Program rumah subsidi ini adalah anugerah yang sangat besar bagi kami dan keluarga. Terima kasih kepada MUI Pusat, IsDF, dan BAZNAS RI.”

Melalui kegiatan ini, IsDF MUI, BAZNAS RI, BP TAPERA, dan BSN menegaskan komitmen bersama untuk terus bersinergi menghadirkan solusi nyata bagi umat, memuliakan para Da’i, guru ngaji, Marbot serta memperkuat sistem pengelolaan dana sosial Islam yang berkeadilan dan berkelanjutan.