Hilirisasi Pertanian Jadi Strategi Perkuat Ekonomi Umat, MUI Siap Bersinergi
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID — Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Amran Sulaiman, mendorong Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memperkuat kerja sama dalam hilirisasi pertanian sebagai upaya memperkuat ekonomi umat.
Hal itu dia sampaikan dalam sesi dialog bersama para peserta dalam Pleno Musyawarah Nasional (Munas) XI MUI di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/11/2025).
Dia menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian yang selama ini hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
Penguatan hilirisasi diyakini mampu meningkatkan pendapatan petani serta menjadikan pertanian Indonesia sebagai sektor ekonomi unggulan yang menggerakkan kesejahteraan rakyat.
“Kita ini memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian. Kalau ini dihilirisasi dan dikelola dengan baik, itu akan menjadi kekuatan ekonomi umat yang dahsyat,” kata Amran.
Dalam pemaparannya, dia menunjukkan sejumlah komoditas berpotensi besar untuk hilirisasi, seperti kelapa, kakao, mete, kopi, lada, hingga ubi kayu.
Nilai tambah yang dihasilkan dari pengelolaan produk turunan bahkan bisa meningkat hingga ratusan kali lipat dibandingkan hanya menjual hasil mentah di tingkat petani.
Lebih jauh, dia menyampaikan bahwa hilirisasi juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang mandiri secara ekonomi.
Dia menegaskan bahwa sinergi dengan ulama melalui MUI sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberi manfaat luas untuk umat.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar, menyatakan hilirisasi merupakan bagian penting dalam memperkuat kemandirian bangsa.
Dia menilai langkah Kementan sejalan dengan arah pembahasan Munas XI MUI yang menempatkan ulama sebagai pemandu pembangunan nasional.
“Kemandirian itu banyak sekali, termasuk dalam bidang ekonomi, pertanian, politik, dan lain sebagainya. Apa yang dilakukan Pak Menteri Pertanian ini adalah bagian dari mewujudkan kemandirian bangsa,” tegasnya.
Kiai Anwar menambahkan Indonesia dianugerahi potensi sumber daya alam yang luar biasa. Jika dikelola dengan baik, bukan hanya menjadikan Indonesia sebagai negara mandiri, tetapi negara maju yang diperhitungkan dunia.
“Ini bagian dari mensyukuri nikmat Allah yang diberikan untuk bangsa ini. Tinggal bagaimana kita jaga dengan kerukunan, kesatuan, dan sinergitas agar memberi manfaat besar untuk rakyat,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa hal tersebut sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan bahwa kekayaan alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
Melalui Munas XI, MUI menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan Kementrian Pertanuan dalam menggerakkan ekonomi umat melalui hilirisasi sektor pertanian, terutama dengan memaksimalkan lahan-lahan produktif yang dimiliki pesantren, ormas Islam, dan para ulama di berbagai daerah. (Fitri Aulia Lestari, ed: Nashih)