Halal Science Center IPB: Indonesia Menjadi Pusat Halal Dunia Tidak Cukup Modal Populasi Muslim Terbesar
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID--Halal Science Center (HSC) IPB University mengingatkan pemerintah bahwa Indonesia yang ingin menjadi pusat halal dunia tidak cukup dengan modal populasi Muslim terbesar di dunia.
Kepala HSC IPB University Prof Khaswar Syamsu juga mengingatkan pemerintah bahwa modal dukungan regulasi berupa undang-undang dan peraturan pemerintah beserta turunannya juga tidak cukup.
Menurut Prof Khaswar, diperlukan dukungan sains dan inovasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan produksi dan daya saing melalui meningkatan mutu dan efisiensi, serta menjadikan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sebagai standar halal dunia.
Prof Khashwar menekankan pentingnya dukungan sains dan inovasi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat halal dunia agar produknya bisa bersaing dengan produk dari negara lain.
"Kenapa tidak dilakukan? Kita kalah dalam biaya dan mutu. Jadi kalau kita ingin menyaingi China di pasar dunia, harus bisa harganya lebih murah dan lebih bagus, atau keduanya," kata Prof Kashwar dalam Sesi Pleno V Munas XI MUI di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara, Jumat (21/11/2025).
Sepanjang Indonesia tidak bisa menawarkan yang lebih baik dari sisi harga dan mutu, Prof Kashwar mengingatkan, produk Indonesia tidak akan bisa bersaing di pasar global bahkan pasar dalam negeri.
"Pasar dalam negeri pun kita akan kalah bersaing dengan produk impor yang menawarkan harga lebih murah dan mutu lebih bagus," sambungnya.
Dia menegaskan pentingnya dukungan sains dan inovasi agar dapat meningkatkan kapasitas dan efisiensi agar bisa menghasilkan produk lebih murah dan lebih bermutu tinggi.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)