Lewati ke konten utama
Jumat, 28 Agustus 2026 / 15 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Hadiri Pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kepala KSP Sampaikan Harapan

4 menit baca 362 dibaca
Dudung
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurrahman seusai menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). foto: Sadam/ MUI Digital
Bagikan:

Jombang, MUI Digital— Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurrahman menyampaikan imbauan agar seluruh elemen masyarakat dan peserta muktamar senantiasa menjaga kedamaian serta suasana persaudaraan. 

Imbauan itu dia sampaikan seusai menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

 Dudung mengimbau agar pelaksanaan perhelatan besar lima tahunan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia ini dapat berlangsung sejuk dan damai. Dudung menekankan pentingnya keterbukaan serta sikap saling menghargai antarsesama warga jam'iyah dan komponen bangsa.

"Ya doanya, masing-masing saling menghormati, saling menghargai. Siapapun nanti yang terpilih, mudah-mudahan ini menjadi keputusan yang terbaik bagi semuanya," ujar Dudung saat diwawancarai oleh MUI Digital sesuai pembukaan Muktamar ke-35 NU. 

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menaruh harapan besar agar Muktamar ke-35 NU ini dapat melahirkan kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan umat, menjaga persatuan, serta bersinergi dengan pemerintah demi kemajuan bangsa.

Baca juga:Gus Irfan Ingatkan Keputusan Muktamar Pertama Abad Kedua NU tak Boleh Main-Main

"Terkait dengan Muktamar kali ini, semoga Muktamar ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang baru, pemimpin yang ukhuwah Islamiyah, pemimpin yang mendukung program pemerintah, pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat untuk kepentingan bangsa dan negara," kata dia menegaskan.

Pembukaan Muktamar ke-35 NU ini dibuka secara resmi oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa cita-cita besar para ulama pendiri Nahdlatul Ulama adalah menjadikan bangsa Indonesia bangkit, berdikari, serta berdiri sejajar dan terhormat di antara bangsa-bangsa lain di dunia.

Presiden Prabowo menyoroti jejak historis nasionalisme NU yang sudah mengakar kuat jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 1945. Salah satu bukti konkret yang digarisbawahi Kepala Negara adalah karya monumental KH Wahab Hasbullah melalui lagu Syubbanul Wathan.

Dia menjelaskan, lagu ini diciptakan belasan tahun sebelum proklamasi kemerdekaan. Pada waktu itu kita belum tahu bentuk negara yang diproklamasikan seperti apa, nama negaranya pun belum jelas. “Namun, pemimpin religius sudah membuat lagu yang begitu patriotik dan nasionalis," ujar Presiden Prabowo.

Baca juga:Pembukaan Muktamar NU Ramai Dihadiri Para Tokoh Nasional, Tokoh Ormas hingga Politisi

Menurut Presiden, lirik dan semangat dalam Syubbanul Wathan, seperti 'Pusaka Hati Wahai Tanah Airku' dan 'Bangkitlah Bangsaku', mencerminkan visi jauh ke depan dari para ulama pendiri organisasi.

"Cita-cita pendiri NU sangat jelas: agar bangsa Indonesia bangkit, setara dengan bangsa lain, dan menjadi bangsa yang terhormat. Tidak ada bangsa yang terhormat tanpa kemakmuran, dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan," ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah merupakan kunci utama untuk mewujudkan stabilitas nasional serta kebangkitan ekonomi nasional. 

Sebagai pemegang mandat rakyat, Prabowo berkomitmen untuk terus memperkuat dan memberdayakan institusi pendidikan serta pesantren di bawah naungan organisasi-organisasi besar tersebut.

Dia menegaskan, NU selalu hadir dalam setiap krisis bangsa dan selalu menentukan stabilitas keamanan Indonesia. Kalau bangsa ini mau bangkit dan aman, pemerintah harus selalu dekat dengan NU dan Muhammadiyah. “NU kuat artinya Indonesia kuat, NU rukun artinya Indonesia rukun," kata Presiden Prabowo.

Baca juga:Sempat Minta ke Gus Yahya, Prabowo Siap Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU Jika Diberi KTA

Muktamar ke-35 NU dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo  Subianto didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). 

Berdasarkan pantauan MUI Digital di lokasi, sejumlah tokoh penting hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, dan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh.

Turut hadir pula jajaran menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Haji dan Umrah KH Mochammad Irfan Yusuf. 

Kemudiaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti, Menkomdigi Meutya Hafid, Mensesneg Prasetyo Hady, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.