Lewati ke konten utama
Jumat, 28 Agustus 2026 / 15 Rabiul Awal 1448 H
Jadwal memuat...
Berita

Gus Yahya Tekankan NU Harus Sinergi Sepenuhnya dengan Pemerintah demi Kemaslahatan Warga

3 menit baca 344 dibaca
1000558420
Bagikan:

Jombang, MUI Digital--Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menekankan pentingnya kemitraan strategis dan sinergi penuh antara NU dengan pemerintah. Menurutnya, langkah ini menjadi kunci utama agar potensi besar jamaah Nahdliyin dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya dalam pidato pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). 

Di hadapan 2.232 delegasi resmi dan sekitar 20.000 warga Nahdliyin, ia memaparkan data survei yang menunjukkan bahwa populasi NU mencapai 57 persen dari total umat Muslim Indonesia, atau lebih dari 120 juta jiwa.

Baca juga: Sempat Minta ke Gus Yahya, Prabowo Siap Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU Jika Diberi KTA

Melihat besarnya basis massa tersebut, Gus Yahya menilai hal itu bukan sekadar angka, melainkan tanggung jawab besar yang harus dikelola secara nyata.

​"Apabila jumlahnya organisasi Nahdlatul Ulama ini sungguh ingin mendatangkan manfaat maslahat yang nyata bagi keluarga, tidak ada jalan lain bahwa jawab pihak ini, organisasi ini harus benar-benar sama dengan pemerintah," ujar Gus Yahya di lokasi acara.

Gus Yahya menggarisbawahi bahwa PBNU terus berkomitmen meningkatkan kapasitas manajerial dan struktural organisasi. Target utamanya adalah menjadikan NU sebagai sarana penghantar yang efektif dalam menyalurkan berbagai program strategis pemerintah langsung ke tingkat akar rumput.

Baca juga: Jelang Pembukaan Muktamar ke-35 NU, Gus Ipul Cek Kesiapan Registrasi Peserta dan Command Center

Lebih lanjut, Gus Yahya mengajak seluruh jajaran pengurus dan warga Nahdliyin untuk memegang teguh prinsip ta'awun (tolong-menolong) serta fokus pada kemuliaan bersama, tanpa perlu terbebani oleh perbedaan posisi politik atau kekuasaan.

Dalam kesempatan ini, Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo dan menyampaikan harapan agar sinergi positif ini dapat terus berlanjut hingga masa-masa mendatang.

Muktamar ke-35 NU dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo  Subianto didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). 

Berdasarkan pantauan MUI Digital di lokasi, sejumlah tokoh penting hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, dan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh.

Turut hadir pula jajaran menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifah Fauzi, Menteri Haji dan Umrah KH Mochammad Irfan Yusuf, dan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurrahman. 

Kemudiaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti, Menkomdigi Meutya Hafid, Mensesneg Prasetyo Hady, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir serta Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid.