Gus Ipul: Muktamar Ke-35 NU Manfaatkan Teknologi CIP dan AI Olahan Santri
Jombang, MUI Digital--Perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tidak hanya menjadi ajang spiritual dan konsolidasi organisasi, tetapi juga ajang pembuktian lompatan teknologi jam'iyah Nahdlatul Ulama. Sebagai muktamar pertama yang diselenggarakan di awal abad kedua NU, gelaran ini menandai era baru transformasi digital di lingkungan pesantren.
Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU, Mochammad Saefullah Yusuf (Gus Ipul), menegaskan bahwa pesantren kini telah beradaptasi penuh dengan perkembangan zaman. Santri tidak lagi sebatas mendalami literatur keagamaan klasik, melainkan telah menguasai dan menerapkan teknologi modern berbasis microchip dan Artificial Intelligence (AI).
"Dalam muktamar ini kita tidak hanya melihat tradisi pesantren yang terus hidup, tetapi kita juga melihat bagaimana santri telah memasuki dunia teknologi masa depan. Santri yang sekarang bukan hanya mengaji kitab, tetapi juga mengaji data, chip, dan Artificial Intelligence," tegas Gus Ipul saat menyampaikan laporan kesiapan panitia dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026).
Baca juga: Waketum MUI Kiai Marsudi Dorong Pengesahan UU Perampasan Aset, Ingatkan Pesan Prabowo di Muktamar NU
Gus Ipul menjelaskan, kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ditopang teknologi digital tersebut menjadi salah satu pilar utama dari empat fokus panitia pelaksana. Sistem berbasis chip dan AI tersebut diterapkan penuh untuk mendukung berbagai proses krusial, mulai dari registrasi peserta, verifikasi identifikasi, pemantauan kehadiran di ruang persidangan, hingga pengatur sistem aksesibilitas muktamirin.
Untuk menunjang keamanan dan kelancaran mobilitas puluhan ribu rombongan serta pengurus, panitia juga memasang lebih dari 1.500 titik kamera CCTV di seluruh kawasan pesantren dan area muktamar. Seluruh pemantauan terintegrasi dalam sistem kendali digital berbasis AI.
Menariknya, seluruh arsitektur dan ekosistem digital tersebut tidak dirancang oleh pihak luar, melainkan murni karya mandiri para santri di bawah arahan Gus Robi beserta tim teknisnya. Hal ini membuktikan kemandirian serta kapasitas teknologis generasi muda NU dalam mengelola ajang berskala nasional.
Baca juga: Hadiri Pembukaan Muktamar ke-35 NU, Kepala KSP Sampaikan Harapan
"Dan yang membanggakan, sistem ini dirancang dan dikerjakan sendiri oleh para santri dipimpin oleh Gus Robi beserta timnya. Semua kebutuhan muktamar dapat disiapkan dalam waktu relatif singkat," ungkapnya.
Selain persiapan teknologi, kesiapan fisik dan logistik muktamar juga disiapkan secara matang. Berbagai fasilitas seperti sarana persidangan, asrama peserta, hingga sembilan kompleks tower tempat tinggal mutamirin disiapkan untuk menyambut perwakilan dari 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), 550 lebih Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta 33 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari luar negeri.
Pemanfaatan teknologi canggih ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) bagi tata kelola organisasi NU di abad kedua, yaitu organisasi berbasis nilai keislaman yang dipadukan dengan kemajuan sains dan teknologi demi kemaslahatan bangsa.
Muktamar ke-35 NU dibuka secara langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Berdasarkan pantauan MUI Digital di lokasi, sejumlah tokoh penting hadir mendampingi Presiden Prabowo Subianto. Di antaranya adalah Wakil Presiden ke-13 RI KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, Wakil Ketua Umum MUI KH Cholil Nafis, dan Ketua MUI Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh.
Turut hadir pula jajaran menteri dan pejabat negara, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menko PMK Muhaimin Iskandar, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Menteri PPPA Arifah Fauzi.
Kemudiaan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu'ti, Menkomdigi Meutya Hafid, Mensesneg Prasetyo Hady, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.