Dukung Program Makan Bergizi Gratis, MUI Dorong Keterlibatan Pesantren dan UMKM
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID – Ketua MUI Bidang Pengembangan Ekonomi Umat (PEU), KH Lukmanul Hakim menyampaikan bahwa MUI mendukung penuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah. MUI menilai program ini memiliki manfaat ganda (multiplier effect) termasuk untuk pesantren dan UMKM. Hal ini ia sampaikan pasca kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional di MUI.
“InsyaAllah program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutamanya generasi penerus bangsa dengan demikian MUI sangat mendukung,” ujar Kiai Lukman kepada MUIDigital usai pertemuan yang berlangsung di Kantor MUI Pusat pada Selasa (18/2/2025).
Dalam diskusi tersebut, MUI dan Badan Gizi Nasional membahas langkah-langkah strategis untuk menyukseskan program ini.
“Kita juga membahas langkah-langkah rencana ke depan, bagaimana sumbangsih MUI dalam mensukseskan program ini. Ada beberapa temuan yang kira-kira kurang optimal, kita bahas juga bagaimana mengoptimalisasi itu, supaya programnya berjalan lancar. Ada beberapa hal yang memang sudah berjalan baik, bagaimana itu juga kita perbesar volumenya,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan data terbaru mengenai penerima manfaat makan gizi gratis yang disampaikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional. Saat ini, dari total 82,9 juta sasaran penerima manfaat, baru sekitar 1,5 juta orang atau 1,8% yang sudah mendapatkan makanan gratis. Oleh karena itu, percepatan distribusi menjadi salah satu fokus utama.
“Jadi bagaimana percepatannya harus kita lakukan, tapi sekali lagi dengan cara yang baik dan maslahat,” tambahnya.
Selain percepatan, pertemuan kali ini juga menyoroti peran strategis pengusaha lokal, khususnya UMKM, dalam mendukung kelancaran program melalui penyediaan bahan baku.
“Kita juga membahas bagaimana keterlibatan pengusaha-pengusaha lokal, terutama UMKM, mikro kecil, untuk bisa mendapat manfaat dalam suplai bahan baku. Kemudian juga bahan-bahan yang lainnya,” ujarnya.
Di samping itu, Ketua Lembaga Wakaf MUI ini menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung keberlangsungan program ini.
“Bagaimana kita juga melibatkan masyarakat sekitar di dalam aktivitas program makan gratis ini. Misalkan dilihat dari dapurnya, sehingga ini juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar, dan pendapatan yang cukup mumpuni,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia juga menekankan perlunya keterlibatan pesantren dalam program ini agar mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga turut serta dalam implementasinya.
“Khusus bagi MUI, juga mendorong agar pesantren-pesantren bisa terlibat secara aktif atau juga bisa dilibatkan dalam program ini. Bahkan, sejak program ini diluncurkan, sejak awal sudah direncanakan agar pesantren mendapatkan program ini. Bagaimana mengaktifkan atau melibatkan pesantren, seperti dapur-dapur pesantren itu juga bisa dilibatkan, sehingga ini tidak membuat pesantren terganggu, bahkan mendapatkan manfaat serta terlibat secara aktif dalam program makan gizi gratis ini,” jelasnya.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa Kepala Badan Gizi Nasional juga menguraikan tiga manfaat utama dari keterlibatan pesantren dalam program makan gizi gratis ini.
“Bahwa ada tiga hal manfaatnya yang pertama, bahwa pasokan bahan baku itu bisa melibatkan masyarakat sekitar. Yang kedua, tentu santri juga bisa mendapatkan program makan gizi gratis ini. Manfaat ketiga, tentu ada manfaat ekonomi, untuk pesantren juga, seperti dapur yang dikonversi menjadi dapur makan gizi gratis, saya kira itu sangat bermanfaat," jelasnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari MUI, diharapkan program makan gizi gratis ini dapat berjalan lebih optimal, terutama dengan melibatkan pesantren dan UMKM sebagai bagian dari ekosistem penyelenggaraannya. Partisipasi aktif dari berbagai pihak diharapkan tidak hanya mempercepat distribusi manfaat, tetapi juga menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. (Fitri/Azhar)