Apresiasi Sidang Isbat, Komisi VIII DPR RI Ajak Umat Islam Hargai Perbedaan
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital— Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mengapresiasi pemerintah melaksanakan Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1447 H.
Dalam Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama RI ini menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis 19 Februari 2026 M.
Komisi VIII DPR RI menilai Kementerian Agama RI telah menjalankan amanah dengan baik untuk melaksanakan Sidang Isbat.
Marwan mengatakan, pelaksanaan Sidang Isbat bukan hanya kegiatan rutinitas tahunan, melainkan mempertemukan berbagai kaidah keagamaan dan ilmiah.
"Saya ketua Komisi VIII DPR RI sudah menyaksikan seminar maupun diskusi dalam Sidang Isbat ini menggunakan kaidah keagamaan dan ilmiah dengan didiskusikan dengan baik," kata Marwan Dasopang dalam Konfrensi Pers penetapan awal Ramadhan 1447 H di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
Marwan mengimbau kepada masyarakat agar perbedaan awal Ramadhan ini tidak menimbulkan perpecahan. Dia mengajak masyarakat untuk saling menghargai.
Selain itu, Komisi VIII DPR RI menyatakan dukungan terhadap rencana Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar yang berupaya untuk mempertemukan cara pandang dalam penentuan 1 Ramadhan.
Marwan menambahkan, dukungan ini diberikan agar umat Islam bisa melaksanakan ibadah puasa Ramadhan secara bersama-sama.
Komisi VIII DPR RI mengimbau agar masyarakat dapat beribadah di bulan Ramadhan ini dengan khusyu dan memperbanyak ibadah.
"Kami mengimbau untuk saling menghormati yang tidak berpuasa, juga sebaliknya. Tugas ini (melaksanakan Sidang Isbat) menjadi amal ibadah Kemenag dan Menag. Sekalipun amanah untuk penetapan melibatkan banyak pihak (antara lain) MUI, ormas Islam, ahli falak. Kami merasa bangga acara dilakukan hari ini," kata Marwan.
Sementara itu, Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan awal Ramadhan ini diputuskan dalam Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama RI di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026). Sidang dipimpin langsung oleh Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar.
"Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada Kamis 19 Februari 2026, " ujar Menag.
Pelaksanaan Sidang Isbat melibatkan Tim Hisab dan Rukyat Kemenag, serta dihadiri oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, para duta besar negara sahabat dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar mengimbau umat Islam saling menghormati adanya perbedaan awal Ramadhan 1447 H.
Kiai Anwar menjelaskan, perbedaan awal Ramadhan bukan sebuah persoalan karena bagian dari ijtihad para ulama yang bisa salah dan bisa benar.
"Kalau benar dapat dua pahala, kalau salah dapet satu pahala. Artinya ada ruang untuk berbeda. Yang penting untuk umat Islam adalah menjaga persaudaraan umat Islam," kata Kiai Anwar di sela-sela Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadhan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).
"Jadi tidak masalah perbedaan itu terjadi dan kita hormati, yang penting itu saling menghormati," imbuhnya.
Kiai Anwar menjelaskan, perbedaan itu bisa muncul di tengah umat karena mengikuti sidang isbat yang ditetapkan oleh pemerintah, perwakilan ormas Islam, dan Pesantren.
Selain itu, hadir pula Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan ahli falak.
Keputusan Sidang Isbat ini mengacu kepada hasil pantauan atau rukyatul hilal yang digelar di 96 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. (Sadam, ed: Muhammad Fakhrudin)