Wacana Pembentukan Jaringan Saudagar Muslim Mengemuka dalam Raker Perdana LPEU MUI
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI Digital — Ketua Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) Majelis Ulama Indonesia, Dr Mukhaer Pakana, menegaskan bahwa LPEU memiliki peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi dan bisnis umat di bawah payung nilai-nilai MUI.
Hal tersebut disampaikan saat pembukaan Rapat Kerja Lembaga Penggerak Ekonomi Umat MUI dan penguatan pembinaan koperasi di Hotel Mercure, Jakarta Barat pada Jumat, (19/12/2025).
Dalam sambutannya dia menjelaskan, LPEU merupakan hasil pemaduan kekuatan kelembagaan yang sebelumnya ada di MUI, yakni Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS). Meski secara administratif masih dalam proses pengesahan, dia menegaskan visi dan arah kerja LPEU telah mulai dijalankan.
“Ada satu diksi penting dalam lembaga kita, yakni penggerak ekonomi. Artinya, tugas kita bukan sekadar berbicara, melainkan menggerakkan. Kita bergerak dalam dua bidang utama, yakni ekonomi dan bisnis,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pada bidang ekonomi, LPEU diharapkan mampu melakukan kajian, studi, serta merespons isu-isu strategis ekonomi umat berbasis data, sekaligus menjadi katalis solusi dengan perspektif keumatan.
“Karena kita berada di bawah payung MUI, maka nilai-nilai Majelis Ulama Indonesia harus menjadi pegangan utama dalam setiap sikap dan langkah,” tegasnya.
Sementara itu, pada bidang bisnis, dia menilai masih terdapat kelemahan mendasar umat Islam dalam melahirkan pengusaha dan pelaku usaha berskala besar. Padahal, secara historis, kebangkitan umat banyak digerakkan oleh kalangan saudagar.
“Umat kita masih lemah di bidang bisnis dan kewirausahaan. Padahal di masa awal kebangkitan, gerakan-gerakan umat justru diinisiasi oleh para saudagar,” katanya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, LPEU MUI berencana membangun jaringan saudagar umat sebagai wadah konsolidasi pelaku usaha lintas ormas, akademisi, dan profesional.
“Dari sekitar 60 pengurus, ada 20–30 persen yang merupakan pelaku usaha. Ini potensi besar yang harus kita agregasi agar bisa benar-benar menggerakkan ekonomi umat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, jaringan saudagar ini kedepan akan dikembangkan melalui pertemuan rutin dan kolaborasi antarpelaku usaha, mencontoh praktik baik yang telah berjalan di sejumlah ormas Islam.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya penguatan kerja berbasis divisi, termasuk digitalisasi dan pengembangan jaringan, keuangan dan pembiayaan, inkubasi bisnis, pangan, perumahan, serta energi dan sumber daya.
Dia mendorong setiap divisi untuk menyusun program kerja secara bottom-up agar lebih operasional dan berdampak nyata.
“Tidak perlu terlalu banyak program, cukup satu atau dua yang benar-benar bisa dijalankan dan dirasakan manfaatnya oleh umat,” ujarnya.
Dia berharap, melalui ritme kerja yang konsisten dan kolaboratif, LPEU MUI periode 2025–2030 dapat melahirkan lebih banyak pengusaha umat serta menghadirkan solusi konkret atas persoalan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin LPEU benar-benar hadir untuk umat, menggerakkan usaha umat, dan menjadi bagian dari solusi besar ekonomi nasional,” kata dia. (Fitri Aulia Lestari, ed: Muhammad Fakhruddin)