Sembilan Orientasi Perkhidmatan MUI Menjadi Materi Pokok 'Retreat' Pengurus Periode 2025-2030
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital---Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar 'retreat' bagi pengurus periode 2025-2030 usai pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) XI pada 20-23 November 2025 di Ancol, Jakarta Utara.
Kegiatan 'retreat' bernama Orientasi ini digelar pada 24 Desember 2025 di Hotel Sahid, Jakarta Pusat. Orientasi diikuti sebanyak 1.267 orang pengurus MUI periode 2025-2030 secara hybrid.
Ketua Steering Committee (SC) Orientasi Buya Amirsyah Tambunan mengatakan sembilan orientasi perkhidmatan MUI akan menjadi materi pokok. Buya Amirsyah menekankan sembilan pokok orientasi perkhdimatan MUI harus dipahami dan diimplementasikan bagi pengurus MUI.
"Sembilan orientasi perkhidmatan MUI harus menjadi pemahaman bagi semua pengurus MUI tanpa terkecuali, baik Dewan Pimpinan MUI, pimpinan Komisi, Badan dan Lembaga (KBL) dan seluruh pengurus. Bila dihapal bagus, tapi lebih bagus lagi dipahami dan diimplementasikan di kehidupan sehari-hari dalam berkhidmah di MUI," kata Buya Amirsyah Tambunan kepada MUIDigital, Selasa (23/12/2025).
Selain itu, Sekretaris Jenderal MUI mengungkapkan ada materi lain yang disampaikan dalam kegiatan tersebut yang terbagi ke dalam 14 sesi.
"Sembilan orientasi perkhidmatan MUI ini mencerminkan peran MUI sebagai pembimbing, pendidik, penolong, penjaga kemurnian Islam, serta kontributor perdamaian dunia berdasarkan nilai-nilai Islam yang komperhensif dan independen," ujarnya.
Berikut sembilan orientasi perkhidmatan MUI dan penjelasan singkatnya:
Diniyah: Berlandaskan nilai dan ajaran Islam secara menyeluruh dalam setiap kegiatannya.
Irsyadiyah: Mengajak umat kepada kebaikan (amar ma'ruf nahi munkar).
Istijabiyah: Memberikan jawaban positif dan responsif terhadap masalah umat.
Huirriyah: Independen, bebas, dan tidak terpengaruh pihak lain dalam mengambil keputusan.
Ta'awuniyah: Bersemangat tolong-menolong untuk kebaikan dan membela kaum dhu'afa.
Syuriyah: Memimpin umat menuju jalan yang diridhai Allah.
Tasamuh: Menjunjung tinggi sikap toleran dan moderat.
Qudwah: Menjadi teladan atau panutan bagi umat.
Duwaliyah: Berperan aktif dalam memperjuangkan perdamaian dunia sebagai bagian dari umat Islam sedunia.
(Sadam ed: Muhammad Fakhruddin)