Sekjen MUI Canangkan Gerakan Wakaf Hijau, Sebut Fondasi Peradaban Masa Depan
Sadam Al Ghifari
Penulis
Admin
Editor
Jakarta, MUI Digital— Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) resmi meluncurkan langkah strategis dalam menghadapi krisis iklim global melalui pencanangan Gerakan Wakaf Hijau MUI.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup (LPLH) bersama Lembaga Wakaf MUI ini bertajuk: “Gerakan Hijau Pemuliaan dan Pemulihan Lingkungan.”
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengatakan bahwa Program Gerakan Wakaf Hijau ini didesain demi masa depan peradaban.
Dia menilai program ini sebagai fondasi dari gerakan sosial-keagamaan nasional yang berorientasi jangka panjang.
"Green Waqf bukan sekadar wakaf untuk lingkungan, melainkan wakaf untuk masa depan peradaban," ujar Buya Amirsyah di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: Green Waqf MUI Jadi Jawaban Nyata Tantangan Lingkungan Global UNEP 2026
Menurut Buya Amirsyah, gerakan ini adalah ikhtiar peradaban yang secara utuh menghubungkan antara pilar keimanan, kemanusiaan, dan kelestarian alam demi mewariskan bumi yang layak huni bagi generasi mendatang.
Dalam dua dekade terakhir, kata dia, MUI telah meluncurkan berbagai fatwa mengenai lingkungan, seperti Fatwa Pertambangan Ramah Lingkungan (2011), Pelestarian Satwa Langka (2014), Pengelolaan Sampah (2014), hingga yang paling komprehensif, Fatwa Nomor 86 Tahun 2023 tentang Pengendalian Perubahan Iklim Global.
Baca juga: Green Waqf: Dari Amal Jariyah Menuju Investasi Peradaban
Buya Amirsyah menyampaikan, Gerakan Wakaf Hijau ini merupakan instrumen hilirisasi konkret dari fatwa-fatwa tersebut. Dengan adanya gerakan ini, larangan merusak lingkungan dan kewajiban mitigasi iklim kini memiliki wadah aksi yang sistematis.
Sebagai langkah awal membangun partisipasi publik yang inklusif, MUI juga mengenalkan pendekatan modern seperti Gerakan Wakaf Rp10 ribu untuk Bumi serta pemanfaatan Green Waqf Digital Platform untuk merangkul generasi muda (Green Waqf Youth Movement).
"Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah momentum kita. Melalui Green Waqf, setiap pohon yang tertanam dan setiap aliran air yang kita bersihkan bukan sekadar aksi ekologis, melainkan catatan amal jariyah kolektif bangsa yang akan terus mengalir," ujar Buya Amirsyah.