Sangat Profetik, Menag Dukung Langkah MUI Beri Apresiasi bagi Tokoh Hukum Berprestasi
Jakarta, MUI Digital--Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, memberikan dukungan penuh terhadap langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memberikan penghargaan (award) kepada tokoh-tokoh penegak hukum berprestasi di Tanah Air.
Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri acara Mudzakarah Hukum Nasional di Hotel Grand Sahid Jaya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis malam (2/7/2026).
Acara tersebut mengusung tema “Penguatan Misi Keumatan dan Sinergitas MUI dengan Penegak Hukum untuk Advokasi dan Perlindungan Hukum Bagi Kelompok Dhuafa dan Masyarakat Miskin”.
Baca juga: Ketum MUI: Koruptor Harus Dihukum Mati, Jangan Berlindung di Balik HAM!
Menurut Nasaruddin Umar, langkah MUI menonjolkan prestasi para aparat penegak hukum merupakan sebuah terobosan penting untuk mengimbangi sentimen negatif yang selama ini kerap mendominasi ruang publik.
Dalam arahannya, Menag menjelaskan bahwa tradisi memberikan penghargaan kepada individu yang berjasa atau melahirkan inovasi kebaikan merupakan tindakan yang sangat mulia dan bersifat profetik (meneladani mengajar nabi).
Menag kemudian mengisahkan sebuah peristiwa di Madinah ketika itu, di mana seorang penemu kreatif berhasil menciptakan sebuah lampu yang sangat terang untuk menerangi Masjid Nabawi, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya.
"Rasulullah SAW langsung beranjak dari tempat duduknya, menjemput lampu tersebut, dan memberikan apresiasi yang luar biasa tinggi kepada sang penemu. Bahkan Nabi bersabda, seandainya beliau masih memiliki anak perempuan, akan beliau nikahkan dengan orang tersebut. Ini adalah puncak kebanggaan dan bentuk penghargaan tertinggi dari seorang pemimpin," ujar Menag menceritakan kisah tersebut.
Baca juga: Wasekjen MUI: Di Tengah Hujatan Publik, Masih Banyak Penegak Hukum Baik yang tak Terlihat
Menag menambahkan, kisah ini menjadi dasar teologis dan moral bahwa memberikan apresiasi kepada orang yang pantas dan berjasa dalam menegakkan etika kemanusiaan adalah bagian dari ajaran agama.
Lebih lanjut, Menag menggarisbawahi realitas media saat ini yang dinilainya terlalu sering mengeksploitasi oknum aparat hukum yang melakukan pelanggaran. Hal itu dinilai memicu persepsi buruk yang general di mata masyarakat.
Menag meyakini bahwa oknum aparat hukum yang bertindak negatif sebenarnya adalah minoritas. Namun, karena terus-menerus dipopulerkan oleh publik, citra institusi hukum secara keseluruhan menjadi taruhannya.
"Malam ini kita melakukan kebalikannya. Beri juga penghormatan, penghargaan, dan apresiasi kepada tokoh-tokoh penegak hukum yang sangat istimewa seperti yang kita saksikan malam ini," tegas Menag.
Sebagai bentuk dukungan konkret dari pemerintah, Menag meminta kepada Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan agar ke depannya pemberian apresiasi ini tidak kalah bersaing dengan media-media publik lainnya.
Menag menyarankan agar penghargaan tidak sekadar berbentuk piagam kertas yang berisiko menumpuk di rumah, melainkan berupa piala atau bentuk fisik yang dipermanenkan agar lebih monumental.
Kementerian Agama bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga menyatakan siap berpartisipasi dan menyokong penuh program-program berdampak dari MUI ini di masa mendatang.
"Kalau MUI-nya berhasil memberikan dampak positif, maka pemerintah dan Kementerian Agama juga ikut berhasil," pungkas KH Nasaruddin Umar di akhir sambutannya.