Putra Kiai Ichwan Syam Sambut Hangat Rombongan Ziarah MUI Sekaligus Mengenang Sosok Ayahanda
Junaidi
Penulis
KARAWANG,MUI.OR.ID—-Rombongan ziarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menziarahi makam Sekjen MUI periode 2005-2015 Kiai Ichwan Syam di Al-Azhar Memorial Garden, Karawang, Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, putra Kiai Ichwan Syam, Satria Mujadid, menyampaikan apresiasi serta berterima kasih kepada rombongan yang merangkai agenda untuk bersilaturahmi dan berziarah ke makam Kiai Ichwan Syam.
“Terima kasih kepada tim panitia Milad MUI 2024, karena pada milad tahun ini mengagendakan kegiatan ziarah ke makam sekjend MUI, salah satunya, yaitu Kiai Ichwan Syam. Semoga langkah dan niat yang telah kita berikan ke acara ini terhitung amal ibadah oleh Allah SWT,” ujar satria, Minggu (21/7/2024).
Dalam sambutannya, dia juga mengenang sosok ayahanda yang semasa hidupnya mengabdikan diri di Majelis Ulama Indonesia. Tidak lupa ia juga mengajak seluruh peziarah untuk mendoakan segala kebaikan untuk Kiai Ichwan Syam.
“Selama mengabdikan diri di MUI, Pak Ichwan telah banyak memberikan sumbangsih tenaga, waktu, dan juga pikirannya. Saya kira teman-teman MUI justru lebih mengerti daripada keluarganya sendiri, tentang apa yang telah diberikan almarhum pada umat, pada MUI,” ungkapnya.
“Semoga apa yang telah dilakukan almarhum dapat menjadi inspirasi buat kita semua dan tentunya menjadi amal jariyah bagi almarhum, amin ya robbal alamin,” kata dia menambahkan.
Lebih lanjut, sebagai perwakilan dari pihak keluaraga, Satria kembali menyampaikan permohonan maaf untuk sang ayah yang telah meninggal dunia. Dia menuturkan bahwa di balik pengabidannya yang luar biasa kepada MUI, Kiai Ichwan Syam merupakan sosok yang terbilang “ngeyel”.
“Namun tentunya sebagai manusia almarhum juga tidak luput dari kesalahan, melalui kesempatan kali ini kembali juga kami memohon maaf untuk dibukakan pintu maaf, nomor maaf yang seluas-luasnya apabila selama hidup almarhum terdapat kesalahan-kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak disengaja, baik yang diakui ataupun tidak diakui,” tuturnya.
“Kalau yang pengalaman kenal almarhum itu orangnya ngeyel, udah dikasih tahu salah ngeyel, saat terbukti salah tetap aja cari pembenaran. Jadi memang agak-agak ngeyel almarhum itu,” imbuhnya, sambil diiringi gelak tawa.
Selain Satria, dalam agenda ziarah tersebut juga turut hadir istri almarhum, anak-anak almarhum, cucu, adik-adik kandung dari almarhum, serta kerabat lainnya.
(Dhea Oktaviana/Din)