Prof Haedar Nashir: Semoga MUI akan Terus Bimbing Umat di Usianya ke-49 Tahun
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof Haedar Nashir menyampaikan tahniah Milad ke-49 untuk Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Atas nama PP Muhamadiyah saya menyampaikan selamat atas Milad MUI ke-49. Dengan mengusung tema: MUI Berkhidmat untuk Kemaslahatan, Keharmonisan Bangsa," kata Prof Haedar Nashir dalam sebuah video yang diterima MUIDigital, Kamis (25/7/2024).
Dalam momen ke-49 tahun ini, Prof Haedar menyampaikan, PP Muhamadiyah merasa yakin bahwa MUI akan terus memberikan pengkhidmatan dalam mencerahkan dan membimbing umat.
Prof Haedar menjelaskan, MUI akan terus mencerahkan dalam pemahaman keislaman, keagamaan untuk terus membimbing umat menjadi umat yang beriman, bertakwa, saleh, dan beribadah dengan baik.
"Sekaligus menjadi umat yang menjalankan fungsi-fungsi kekhilafahan untuk menjadi khalifah rasyidin, yang makin hari makin berkemajuan, baik pemahaman keagamaan, pendidikan, kesejahteraan, dan nilai-nilai kemajuan lainnya," jelasnya.
Lebih lanjut, Prof Haedar menyampaikan, PP Muhamadiyah berharap MUI dapat menjadi tempat para ulama yang dikenal sebagai warasatsul ambiya' (pewaris nabi).
Salah satunya, kata Prof Haedar, menjadi uswatun hasanah (teladan yang baik) bagi umat, sebagaimana figur Nabi Muhammad SAW dalam QS Al Ahzab ayat 21:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
"Dengan uswah hasanah, Insya Allah, para tokoh dan ulama akan menjadi tauladan dan memberikan keteladanan di dalam tegaknya nilai-nilai akhlak," tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, tegaknya nilai-nilai keadaban publik dan kemajuan umat, bangsa, berdasarkan nilai-nilai keagamaan yang luhur dan utama.
Prof Haedar menekankan, uswatun hasanah atau teladan yang baik diperlukan dari para tokoh agama dan ulama, termasuk yang berhimpun di MUI dari berbagai persoalan bangsa ini, antara lain, korupsi yang merajalela, penyelahgunaan kekuasaan dan penyimpangan.
Selain itu, rusaknya orientasi nilai dan etika dalam publik, baik yang dilakukan oleh elit maupun warga bangsa. "Dimana keteladanan itu ditunjukkan atas jalan tindakan dimana pun posisinya berada," tegasnya.
Melalui itu, Prof Haedar yakin MuI dapat menjadi kekuatan yang dapat memandu kehidupan umat dan bangsa yang maslahat, harmonis dan berkemajuan.
"Itu juga meniscayakan ketulusan dalam perkhidmatan. Di mana para ulama tidak masuk dalam kepetingan-kepentingan yang bersifat indrawi yang melampaui batas, bahkan menjadi role model dalam menjalani kehidupan di berbagai tempat dan arena perkhidmatan," tutupnya.
Rangkaian Milad ke-49 MUI yang mengambil tema “MUI Berkhidmat untuk Kemaslahatan dan Keharmonisan Bangsa” ini disemarakkan dengan berbagai program yaitu Khitanan massal dan pengobatan gratis yang dilaksanakan di Wisma Khadimul Umah MUI Jakarta pada Sabtu, 6 Juli 2024 dan dilanjutkan di Wisma Khadimul Umah Cimacan, Cianjur pada 14 Juli 2024, Isbat perkawinan massal untuk 40 orang pasangan untuk mendapatkkan akte perkawinan di Kec. Pakuhaji Kabupaten Tangerang dan isbat resepsi pernikahannya dilaksanakan di Tigaraksa, Kab. Tangerang
Kemudian, ziarah ke makam ketua umum MUI yaitu makam Buya Hamka, KH Hasan Basri dan KH. Ali Yafie di TPU Tanah Kusir Jakarta. Kemudian dilanjutkan ziarah ke makam Sekretaris Jendral MUI Kyai Ichwan Syam di Karawang.
Selain itu pula, dialog palestina, dengan tema Kebijakan dan Peran Indonesia dalam Upaya Perdamaian Palestina, pameran dan lelang lukisan yang dihadiri oleh 20 orang pelukis, Rakor (rapat konsolidasi organisasi MUI yang diadakan di Hotel Borobudur, dihadiri oleh 34 MUI provinsi, dan Konferensi Internasional Dai Asia Tenggara. (Sadam, ed: Nashih)