Prof Faisol: PKU Tekankan Penguasaan Metodologi Berbasis Turats dan Modernitas
Admin
Penulis
Jakarta, MUI Digital— Ketua MUI Bidang Pendidikan, Prof Faisol Nasar bin Madi, mengungkapkan program beasiswa doktor Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI fokus penguatan kualitas metodelogi, relevansi sosial, dan teknologi.
Ketua Umum Al Irsyad Al Islamiyyah ini menambahkan, program doktor PKU MUI yang menyasarkan bagi pengurus MUI pusat maupun daerah ini diharapkan menjadi 'pabrik' intelektual umat.
"Selain penguasaan kitab kuning dan turats, kader diharapkan dibekali dengan pisau analisis ilmu sosial dan sains modern," kata Prof Faishol saat Rapat Kerja Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI di Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (6/2/2026) lalu, dalam keterangannya kepada MUI Digital, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, hal ini sangat penting agar menghasilkan fatwa atau pemikiran yang dihasilkan relevan dengan tantangan zaman seperti kecerdasan buatan (AI), ekonomi digital, dan bioetika.
Lebih lanjut, Prof Faishol menambahkan, program ini juga fokus kepada literasi digital dan media, sehingga kader ulama tidak hanya harus mumpuni secara akademik, tetapi juga piawai dalam memproduksi konten dakwah yang moderat.

Guru Besar Bidang Ilmu Kalam UIN KH Achmad Siddiq Jember ini menekankan pentingnya para kader bisa piawai membuat konten moderat di media sosial untuk membendung narasi radikalisme.
Selain itu, lanjutnya, program doktor PKU MUI akan difokuskan untuk penguatan jaringan internasional dengan adanya program visiting scholar.
"Atau kolaborasi riset dengan universitas ternama di luar negeri seperti Al Azhar dan Oxford agar wawasan global kader semakin terasah. Kami juga mendorong disertasi yang tidak hanya teoritis, tetapi mampu menjawab problem nyata di masyarakat bawah," ungkapnya. (Sadam, ed: Nashih)