Peserta FGD ‘Daulat Pangan’ KPEU MUI Peroleh Wawasan IoT, Teknologi Mutakhir Pertanian
Admin
Penulis
JAKARTA, MUI.OR.ID— Arsitek Enterprise dari PT XL Axiata, Bambang Chandra Wibawa, memperkenalkan solusi teknologi terbaru yang dapat mempermudah proses pertanian dalam Forum Group Discussion (FGD) bertajuk "Daulat Pangan" yang diadakan oleh Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Bambang menjelaskan bahwa dengan menggunakan Internet of Things (IoT), proses pertanian dapat dikelola secara lebih efisien dan produktif.
“Dengan IoT, kita dapat memantau tanaman secara real-time melalui perangkat yang terhubung, seperti handset, tablet, atau PC,” jelas Bambang dalam keterangannya di Aula Buya Hamka, MUI Jakarta, pada Sabtu, (14/12/2024).
Teknologi yang ditawarkan oleh PT XL Axiata ini, menurutnya, tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga ketahanan pangan nasional.
Acara yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan, Sekretaris Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Hazuarli Hamlim.
Selain itu juga menghadirkan praktisi di bidang pertanian, Nursyamsu Mahyudi untuk membahas peran pesantren dalam mendukung ketahanan pangan.
Bambang menjelaskan lebih lanjut bahwa teknologi IoT dari PT XL Axiata dapat diterapkan tidak hanya untuk pertanian di lahan terbuka tetapi juga dalam sistem pertanian hidroponik yang memanfaatkan rumah kaca.
“Dalam hidroponik, penggunaan teknologi memungkinkan kita untuk memantau pertumbuhan tanaman secara lebih akurat dan mengatur nutrisi secara tepat, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas hasil panen,” katanya.
Perbedaan utama antara sistem pertanian hidroponik dengan lahan terbuka terletak pada kebutuhan dan perangkat yang digunakan.
Bambang menjelaskan bahwa untuk hidroponik, diperlukan perangkat yang lebih kompleks, termasuk penggunaan greenhouse, sedangkan lahan terbuka lebih cocok untuk tanaman pangan seperti padi atau jagung.
Namun, dengan teknologi IoT, kedua sistem ini dapat diatur melalui satu dashboard yang sama, memudahkan petani dalam mengelola dan memonitor lahan pertanian mereka secara menyeluruh.
“Dengan solusi dari PT XL Axiata, semua ini bisa dilakukan dalam satu platform, yang memungkinkan kita untuk memaksimalkan produktivitas tanaman dan mengatur kebutuhan masing-masing tanaman berdasarkan kondisi lahan,” tambahnya.
Forum ini tidak hanya memberikan pandangan praktis tentang bagaimana teknologi dapat mengubah sistem pertanian di Indonesia, tetapi juga mendorong diskusi lebih lanjut mengenai dukungan dari pemerintah dan komunitas dalam mewujudkan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan mandiri.
Bambang menyarankan agar petani dan pesantren di seluruh Indonesia memanfaatkan teknologi IoT ini untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan, serta menyarankan untuk mencari informasi lebih lanjut di website PT XL Axiata.
Melalui langkah-langkah ini, diharapkan pesantren dapat berfungsi sebagai motor utama dalam menciptakan kedaulatan pangan di Indonesia, serta memperkuat peran strategis umat Islam dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (Latifahtul Jannah, ed: Nashih)